5 Mitos Olahraga yang Salah Kaprah dan Tak Perlu Dipercaya

- Kamis, 13 Januari 2022 | 13:15 WIB
Ilustrasi olahraga untuk memperbaiki penampilan.  (bruce mars on Unsplash)
Ilustrasi olahraga untuk memperbaiki penampilan. (bruce mars on Unsplash)

AYOSURABAYA.COM -- Banyak mitos olahraga yang beredar dan ternyata salah kaprah. Sebaiknya Anda tidak percaya lagi dengan mitos-mitos tersebut.

Berikut ayosurabaya sajikan 5 mitos olahraga yang salah kaprah dan tak perlu dipercaya lagi dikutip dari alodokter.com

1. Nyeri setelah olahraga adalah tanda otot sedang terbentuk, hati-hati jika terjadi dalam waktu yang lama.

Mitos pertama nyeri setelah olahraga bisa terjadi karena pecahnya otot-otot yang jarang digerakkan dan kaku. Lambat laun, otot akan beradaptasi memperbaiki kerusakan tersebut serta menjadi besar dan lebih kuat. Jadi, saat berolahraga lagi, rasa sakit bisa berkurang atau bahkan menghilang.

Baca Juga: Link Download Kalender 2022, Cocok untuk di Tempel Dekat Meja Belajar

Nah, kalau nyeri setelah olahraga terjadi dalam waktu yang lama atau semakin parah, ini bukan tanda otot sedang terbentuk. Oleh karena itu, kalau kamu mengalaminya, sebaiknya segera hentikan latihan tersebut atau mengganti jenis olahraga lain, ya.

Perlu kamu ketahui, nyeri setelah olahraga yang terjadi untuk waktu lama mungkin saja dikarenakan teknik olahraga yang kamu lakukan salah atau kamu sebenarnya sedang mengalami cedera, salah satunya DOMS.

2. Naik dan turun tangga bukan olahraga

Naik dan turun tangga sudah termasuk olahraga, lho. Aktivitas ini memang tergolong ringan, namun tetap dapat membakar kalori, memperkuat kaki dan bokong, dan bahkan meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, naik dan turun tangga setelah makan juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X