BMKG Jelaskan Arti Banyaknya Gempa Susulan Setelah Gempa Banten M 6,6

- Selasa, 18 Januari 2022 | 08:25 WIB
Gempa Banten M 6,6 menyebabkan 1.378 rumah rusak  (BNPB)
Gempa Banten M 6,6 menyebabkan 1.378 rumah rusak (BNPB)

AYOSURABAYA.COM -- Pascagempa gempa magnitudo 6,6 di Banten pada Jumat, 14 Desember 2022, terjadi 33 gempa susulan yang tercatat oleh BMKG hingga Sabtu pukul 12.00 WIB. 

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah pada kejadian gempa besar. Pernyataan Daryono ini menyikapi aktivitas kegempaan seusai gempa magnitudo 6,6 di Banten pada Jumat 14 Desember 2022. 

"Gempa susulan jika banyak terjadi, tidak mengarah pada kejadian gempa besar, tetapi meluruh dan tidak terjadi lagi," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, dikutip dari Republika.  

Baca Juga: Nusantara, Nama untuk Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Dia menjelaskan, gempa susulan biasanya terjadi memiliki kekuatan atau magnitudo yang lebih kecil dari gempa utama. Gempa susulan juga akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.

"Jadi, makin lama akan main mengecil kekuatannya dan makin jarang terjadi hingga kemudian stabil dan normal kembali," katanya.

Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami beberapa kali gempa bumi, yaitu gempa bumi magnitudo 6,6 pada Jumat lalu (14/1), yang memiliki episenter 53 kilometer barat daya Sumur di Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan kedalaman 40 kilometer.

Baca Juga: Tepat 27 Tahun Lalu, Gempa Mengguncang Kobe Menewaskan 6.400 Orang

Sehari setelahnya, pada Sabtu (15/1), juga terjadi gempa bumi magnitudo 4,1 dengan pusat gempa 23 kilometer tenggara Bangkalan di Jawa Timur pada kedalaman 14 kilometer.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X