Mengenal Ritual Tolak Bala Peninggalan dari Masa Sunan Giri di Gresik, Rebo Wakasan

- Selasa, 18 Januari 2022 | 09:14 WIB
Rebo Wekasan Gresik. (Disparbud Gresik)
Rebo Wekasan Gresik. (Disparbud Gresik)

AYOSURABAYA.COM -- Indonesia adalah negeri yang berada di cincin api pasifik sehingga rentan dengan bencana alam. Dengan "takdir"nya itu, masyarakat Indonesia sejak zaman dulu akrab dengan berbagai ritual untuk menolak bala. Salah satunya adalah Rebo Wakasan.   

Rebo Wekasan adalah sebuah proses ritual tolak bala atau mencegah musibah/malapetaka yang telah menjadi tradisi dan masih dilestarikan sejak dari masa Sunan Giri.

Rebo Wekasan dilaksanakan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tradisi ini menjadi ciri khas dari Desa Suci dan menarik banyak pengunjung karena nama desa yang unik.

Penamaan “suci” pada Desa Suci bermula dari temuan sumber air yang sangat jernih (suci) oleh kerabat Sunan Giri, Syekh Jamaludin Malik. Kemudian sumber air ini digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat. Pada tahun 1913 – 1932 dibangunlah sumur-sumur untuk menampung air tersebut dan kini telah dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik.

Baca Juga: Mengenal Pasar Bandeng, Tradisi Tahunan Peninggalan Sunan Giri

Menurut laman Desa Suci, Rebo Wekasan dalam bahasa Arab terdiri dari kata “Arba’a” yang bermakna Rabu dan kata “hasanun” yang bermakna baik. Jadi, hari Rabu sebaiknya digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik.

Dalam perhitungan Jawa, Rebo Wekasan merupakan hari rabu terakhir pada bulan Safar tahun Hijriah. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pada bulan Safar Allah menurunkan lebih dari 500 macam penyakit. Oleh karena itu, perlu diadakan sebuah ritual tolak bala pada bulan Safar.

Rangkaian acara pada perayaan Rebo Wekasan, meliputi istigasah (dilakukan pada hari Selasa sebelum hari Rabu atau Rebo Wekasan), khotmil Qur’an, hadrah membaca selawat Nabi, dan diakhiri dengan kirap tumpeng raksasa.

Baca Juga: Mengenal Sunan Gunung Jati, Pendiri Tonggak Keislaman di Cirebon

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X