Bagi Umat Katolik, Mengapa Hari Ini Disebut Rabu Abu?

- Rabu, 2 Maret 2022 | 11:11 WIB
Seorang umat Katolik usai mengikuti misa Rabu Abu.  (Annika Gordon on Unsplash)
Seorang umat Katolik usai mengikuti misa Rabu Abu. (Annika Gordon on Unsplash)

AYOSURABAYA.COM -- Umat Katolik di seluruh dunia akan memasuki masa prapaskah pada hari ini, Rabu 2 Maret 2022.

Masa prapaskah yang akan berlangsung selama 40 hari ini ditandai dan diawali dengan Rabu Abu, sebagai gerbang memasuki pertobatan sebelum paska. Dalam masa prapaskah, umat Katolik sangat dianjurkan untuk melakukan pantang dan puasa.

Lalu mengapa masa prapaskah selalu dimulai pada hari Rabu, mengapa tidak Minggu atau hari lainnya

Baca Juga: Jadwal Misa Rabu Abu Online dan Offline di Keuskupan Surabaya

Dikutip dari Katoliksitas, Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama enam hari dalam seminggu (hari Minggu tidak dihitung, karena hari Minggu dianggap sebagai peringatan Kebangkitan Yesus), maka masa Puasa berlangsung selama enam minggu ditambah empat hari, sehingga genap 40 hari.

Dengan demikian, hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu. (Paskah terjadi hari Minggu, dikurangi 36 hari (enam minggu), lalu dikurangi lagi empat hari, dihitung mundur, jatuh pada hari Rabu).

Jadi penentuan awal masa Prapaska pada hari Rabu disebabkan karena penghitungan 40 hari sebelum hari Minggu Paska, tanpa menghitung hari Minggu.

Baca Juga: Lirik Lagu Hanya Debulah Aku Puji Syukur Nomor 481, Dinyanyikan Saat Rabu Abu

Mengapa Rabu “Abu”?

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X