Menelisik Sejarah Dandangan Kudus, Tradisi Sambut Bulan Ramadan

- Sabtu, 12 Maret 2022 | 10:56 WIB
Ilustrasi gelaran tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (twitter.com/BangSatria82)
Ilustrasi gelaran tradisi Dandangan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (twitter.com/BangSatria82)

AYOSURABAYA.COM-- Dandangan atau Dhandhangan merupakan tradisi festival rakyat dalam rangka menyambut bulan Ramadan yang diselenggarakan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang merupakan tradisi peninggalan Sunan Kudus. 

Dandangan menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kudus. Dalam pembukaan tradisi Dandangan pemerintah Kabupaten Kudus menampilkan kirab budaya yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kudus.

Baca Juga: Mengenal Perang Obor, Tradisi Tolak Bala di Jepara

Makna Dandangan

Kata Dandangan atau Dhandhangan merupakan onomatope (kata tiruan bunyi) dari suara bedug Masjid al-Aqsha Menara Kudus yang berbunyi “Dhang... Dhang... Dhang.”

Dandangan kerap dikenal masyarakat sebagai pasar kaget atau pasar malam yang keberadaannya hanya pada saat menjelang Ramadan.

Baca Juga: Mengenal Pasar Bandeng, Tradisi Tahunan Peninggalan Sunan Giri

Waktu Dandangan

Dandangan atau Dhandhangan merupakan pasar kaget atau pasar malam yang dilaksanakan selama dua minggu sebelum puasa hingga malam hari menjelang puasa keesokan harinya.

Setelah mulainya bulan Ramadan, para pedagang yang berjualan pada saat Dandangan mulai mengemasi kios dan dagangan mereka. Sehingga, Dandangan pun dinyatakan selesai.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejarah Stasiun Gambir dari Masa ke Masa

Senin, 27 Juni 2022 | 20:00 WIB

5 Rekomendasi Kado Valentine untuk Orang Tersayang

Kamis, 10 Februari 2022 | 17:10 WIB
X