Dibawah Bayang-bayang Konflik Rusia Ukraina, Begini Tiga Skenario Indonesia Agar Semua Pemimpin G20 Hadir

- Kamis, 24 Maret 2022 | 15:09 WIB

AYOSURABAYA.COM -- Akibat konflik Rusia Ukraina, kehadiran para pemimpin negara G-20 di Indonesia menjadi tanya tanya besar. Bila Presiden Rusia Vladimir Putin hadir, maka pemimpin negara lainnya kemungkinan besar tidak akan datang. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, dalam posisi tersebut Indonesia menjadi medan tarik menarik dari dampak situasi Rusia dan Ukraina. Hal itu mengingat Indonesia memegang presidensi G20 tahun ini.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mempertimbangkan wacana untuk mengeluarkan Rusia dari G20. Bahkan, pagi ini Kamis (24/3) Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengancam tidak hadir dalam pertemuan G20 bila Rusia hadir.

Baca Juga: Ramadhan Tinggal Hitungan Hari, Ini 3 Amalan yang Bisa Dilakukan

Hikmahanto menuturkan Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) harus segera bertindak untuk suksesnya pertemuan tingkat tinggi (KTT) G20, dan memastikan semua kepala pemerintahan dan kepala negara hadir.

Menurutnya, ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh Indonesia. Pertama Kemlu harus turun menjadi juru damai atas konflik yang terjadi di Ukraina, dan saat ini meluas antara AS dengan sekutunya dan Rusia.

"Kemlu bisa meminta perwakilan Indonesia di AS dan negara-negara sekutunya untuk mengidentifikasi apa yang diminta terhadap Rusia. Sementara perwakilan Indonesia di Rusia melakukan hal yang sama," katanya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis 24 Maret 2022.

Baca Juga: Link Live Streaming Misa Hari Raya Kabar Sukacita, 25 Maret 2022 Mulai Pukul 06.00 WIB

"Selanjutnya Menlu berdasarkan masukan dari perwakilan Indonesia merumuskan solusi yang tepat untuk ditawarkan baik ke AS dan sekutunya dan ke Rusia," tambahnya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X