4 Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid, Simak Apa Saja?

- Selasa, 29 Maret 2022 | 11:48 WIB
Ilustrasi amalan ibadah yang bisa dilakukan perempuan haid. (pixabaymohamed_hassan)
Ilustrasi amalan ibadah yang bisa dilakukan perempuan haid. (pixabaymohamed_hassan)

AYOINDONESIA.COM-- Perempuan yang tengah datang bulan atau haid tidak diperbolehkan menjalankan puasa, ibadah sholat, hingga membaca Alquran di bulan Ramadhan. 

Namun ada amalan yang bisa perempuan haid lakukan agar tiap harinya tetap berkah dan dipenuhi dengan ibadah yang bermanfaat. 

 

Lantas, amalan ibadah apa sajakah yang bisa dilakukan perempuan haid? Berikut penjelasannya dilansir dari NU Online.
 
 
4 Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid
 
1. Mencari Ilmu 
 
Wanita yang dalam keadaan haid bisa mencari ilmu yang bermanfaat, seperti membaca buku atau melalui bimbingan guru dengan datang kepada majelis ilmu atau saat ini biasanya disebut kajian. 
 
Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah). 
 
 تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ 
 
“Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

2. Dzikir 
 
Salah satu amal ibadah yang mudah dilakukan namun tak banyak yang melakukan. Padahal hal ini merupakan ciri dari hidupnya hati. Dzikir sangat dianjurkan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: 
 
“Perumpamaan antara orang yang dzikir kepada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.

Jenis dzikir berbagai macam seperti ucapan tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya. 
Ketika bulan Ramadhan tiba kita mengenal nama Lailatul Qadar dimana disebut dalam Al Quran hari tersebut setara dengan seribu bulan. 
 
Ada baiknya kita sebagai umat muslim selalu melakukan ibadah di bulan Ramadhan agar tidak terlewat dengan malam Lailatul Qadar. 

Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 
 
“Wahai Rasul, andaikan aku bertemu Lailatul Qadar, doa apa yang bagus dibaca? 
 
Rasul menjawab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي  
 
"Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku).” (HR Ibnu Majah).
 
 
Melakukan amalan doa bisa menjadi pilihan untuk beribadah ketika haid tiba. 
 
Tidak ada batasan dalam melakukan doa, karena doa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Doa mengandung ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Berdoa bisa juga disebut bermunajat.

4. Melakukan Kegiatan Sosial
 
Melakukan kegiatan sosia yang bersifat positif apalagi dilakukan dengan niat membantu sesama manusia menjadi salah satu amalan yang bisa dilakukan. 
 
Wanita dalam keadaan haid dapat melakukan kegiatan relawan seperti donor darah, memberi makan kaum fakir miskin, membantu seseorang dengan ikhlas hingga memberikan sahur atau buka bagi yang melakukan ibadah puasa. 
 
Ketika Ramadhan tiba namun kita dalam keadaan haid. Kegiatan sosial bisa menjadi pilihan untuk terus menambah amalan. 
 
Mulailah dengan melakukan hal yang mudah seperti membantu orang tua dalam menyajikan hidangan berbuka atau berbagi dengan mereka yang tidak mampu dalam berbuka puasa.
 
 
Puasa adalah bentuk latihan seorang hamba untuk merasakan saudara-saudaranya yang sehari-hari didera rasa lapar dan haus karena tak mampu. 
 
Dengan demikian, kegiatan sosial sesungguhnya merupakan ibadah yang memang menjadi jati diri makna puasa itu sendiri. 
 
Lalu timbullah pertanyaan mengenai membaca Al-Qur'an untuk wanita haid, hal tersebut apakah boleh dilakukan atau tidak? 
 
Ternyata ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini. 

Dalam madzhab Syafi'i ulama sepakat bahwa perempuan haid/nifas tidak diperkenankan menyentuh atau membawa mushaf. 
 
 
Tapi sebagian lain membolehkan membaca Al-Qur’an (tanpa menyentuhnya) dengan niat dzikir, doa, atau mempelajarinya.  
 
Mengenai hal ini I'anatuth Thalibin menjelaskan: 
 
"Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apa pun (selama tidak berniat membaca Al-Qur'an) maka (membaca Alquran bagi perempuan haid) tidak diharamkan. Karena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Al-Qur'an kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca Al-Qur'an. Walaupun bacaan itu sesungguhnya adalah bagian dari Al-Qur'an semisal surat al-ikhlas." 
 
Demikianlah informasi dari 4 amalan wanita haid yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat!***
 

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X