Pastikan Minyak Goreng Curah Tersedia, Kapolri Bentuk Satgas Gabungan Awasi Produksi dan Distribusi 24 Jam

- Senin, 4 April 2022 | 14:18 WIB
Kapolri Listyo Sigit saat meninjau ketersediaan minyak goreng di Pasar Wonokromo, Jawa Timur, Sabtu 26 Maret 2022. (dok Humas Polri )
Kapolri Listyo Sigit saat meninjau ketersediaan minyak goreng di Pasar Wonokromo, Jawa Timur, Sabtu 26 Maret 2022. (dok Humas Polri )



JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Pastikan minyak goreng curah tersedia, Kapolri bentuk satgas gabungan awasi produksi dan distribusi selama 24 jam.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar rapat evaluasi terkait ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng, di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 4 April 2022.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kapolri memaparkan bahwa, Polri dan Kemenperin sepakat untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di pihak produsen, distributor tingkat I hingga IV serta tingkat pengecer selama 24 jam penuh.

Baca Juga: Sempat Digoda PSIS Semarang, Aji Santoso Bertahan di Persebaya Surabaya

Kapolri mengemukakan, untuk memastikan ketersediaan di pasar betul-betul ada, pihaknya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita membentuk satgas gabungan minyak goreng curah.

Di mana satgas gabungan minyak goreng ini akan ditempatkan mulai di level pusat para produsen dan di kantor pusat juga ditempatkan personel dari kepolisian dan Kemenperin.

"Khususnya di beberapa produsen besar melekat selama 24 jam. Untuk mengawasi proses produksi," kata Sigit dalam konferensi pers usai melakukan evaluasi bersama Menperin di Gedung Mabes Polri.

Baca Juga: Yahya Hasan Alkatiri Resmi Gantikan Candra Wahyudi Jadi Manajer Persebaya Surabaya

Dengan adanya pengawalan melekat selama 24 jam penuh itu, Sigit berharap, minyak goreng curah dapat terjamin ketersediaannya guna memenuhi kebutuhan dari masyarakat.

Serta, harga penjualannya pun sesuai dengan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah.

"Karena memang ada kekhawatiran, keragu-raguan terkait dengan penggantian. Dan itu sudah ditegaskan bahwa, semuanya yang sudah diikat dengan kontrak badan sawit  pasti akan diberikan subsid," tegas Kapolri.

Baca Juga: 3 Bacaan Surat Ini yang Paling Sering Dibaca Saat Sholat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan, Apa Saja?

"Karena itu tugas dari produsen adalah bagaimana kemudian memastikan produksinya sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. Kalau ini bisa berjalan 50 persen saja, seharusnya di pasar terpenuhi," pungkas Listyo Sigit.***

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X