Begini Hukum Fikih Mengenai Warung Makan Buka Pada Bulan Ramadhan

- Kamis, 7 April 2022 | 16:09 WIB
Ilustrasi hukum fikih warung yang buka  pada bulan Ramadhan. (pixabay/fudowakira0)
Ilustrasi hukum fikih warung yang buka pada bulan Ramadhan. (pixabay/fudowakira0)

AYOSURABAYA.COM-- Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat muslim untuk beribadah puasa selama satu bulan lamanya.

Di masyarakat, masih terdapat perdebatan mengenai boleh dan tidaknya warung makan buka di siang hari selama Ramadhan.

Tentu ada pihak yang pro dan kontra, pihak yang setuju mempunyai alasan untuk menghormati orang yang tengah berpuasa. Sementara pihak yang tidak setuju berpendapat jika warung ditutup dapat menutup hajat orang yang berjualan.

Baca Juga: Jadwal Sholat, Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan untuk Wilayah Malang Raya Hari Ini Kamis 7 April 2022

Terlebih lagi, Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk dimana terdiri dari beragam agama, sehingga perihal boleh atau tidaknya warung makan buka siang hari saat Ramadhan menjadi permasalahan serius yang harus dicari jalan tengahnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis, menyampaikan pandangannya yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya @cholilnafis.

Cholil Nafis mengatakan bahwa warung tidak perlu menutup jualannya selama Ramadhan, tetapi dengan syarat tidak memamerkan makanannya kepada orang yang berpuasa.

Baca Juga: Hal-hal di Bawah Ini Ternyata Tidak Membatalkan Puasa Ramadhan, Apa Saja?

"Warung tak usah ditutup jualannya, tapi makanannya jangan dipamerkan kepada orang yang sedang berpuasa. Yang puasa jangan menutup hajat orang lain, tapi yang tak puasa jangan menodai bulan Ramadhan," kata Kiyai Cholil, di akun Twitternya, Minggu, 27 Maret 2022.

Lalu bagaimana pandangan hukum fikih mengenai boleh tidaknya warung makan buka siang hari saat Ramadhan?

Mengutip dari laman NU Online Jatim, dalam fikih mazhab Syafi'i hal itu diperbolehkan, tetapi dengan catatan penjual makanan tersebut berkeyakinan bahwa pembeli makanan di warungnya adalah orang yang diperbolehkan tidak puasa karena udzur.

Baca Juga: Praktis dan Mudah, Ini Resep Takjil Pisang Nugget Cocok untuk Berbuka Puasa!

Adapun orang yang termasuk golongan diperbolehkan tidak puasa karena udzur tersebut, yaitu:

1. Wanita yang sedang haid.

2. Pekerja berat yang dilegalkan.

3. Musafir atau orang yang sedang menempuh perjalanan dengan jarak lebih dari 80,6 kilometer.

4. Penjual meyakini bahwa makanan yang dibeli oleh pembelinya akan dimakan saat tiba waktu maghrib.

Baca Juga: Nonton Video Joget Seksi di Tiktok saat Puasa, Batal atau Tidak? Begini Penjelasan Sesuai Hukum Islam

Jika pembeli bukan termasuk dari beberapa kategori di atas, maka tidak diperbolehkan untuk menjual makanan pada mereka dengan alasan apapun.

Lalu bagaimana jika penjual mengetahui dari awal bahwa yang membeli makanan bukan termasuk golongan di atas?

Maka penjual tersebut wajib menutup warungnya atau tidak menjual pada mereka, sebab termasuk membantu melakukan kemaksiatan.

Demikianlah pandangan hukum fikih mengenai boleh tidaknya warung makan buka siang hari saat Ramadhan. Semoga bermanfaat. ***

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X