Pemerintah Larang Ekspor Minyak Goreng, Indonesia Terancam Rugi Rp43 Triliun?

- Selasa, 3 Mei 2022 | 08:28 WIB
Ilustrasi panen kelapa sawit.
Ilustrasi panen kelapa sawit.

AYOSURABAYA.COM-- Indonesia telah mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng yang berlaku pada 29 April 2022. Hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Di samping tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan minyak goreng dalam negeri, namun rupanya hal tersebut dapat berpotensi kerugian.

 

Dilansir dari Suara.com, efek negatif yang ditimbulkan dari pelarangan ekspor minyak goreng tersebut yakni pada sektor keuangan dalam negeri.

Baca Juga: Momen Lebaran 2022, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Silaturahmi ke Keraton Yogyakarta

Kebijakan yang diambil dinilai juga akan mempengaruhi pasokan minyak di pasar dunia menjadi kacau.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram, Antonius Satria Hadi yang menjelaskan bahwa kebijakan demikian dapat menimbulkan efek domino, diantaranya kenaikan harga kebutuhan pokok sehingga memicu inflasi global.

Tak hanya itu, kebijakan larangan ekspor minyak goreng ini juga diprediksi oleh Antonius dapat membuat Indonesia kehilangan devisa negara hingga mencapai Rp43 triliun.

 

Indonesia akan kehilangan devisa melalui pelarangan ekspor minyak CPO pada kisaran Rp43 triliun selama sebulan penuh tanpa ekspor,” terang Antonius.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Antam Jumat 12 Agustus 2022 Turun Rp5.000

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:56 WIB
X