Penyebab Bendera Merah Putih Terancam Tak Bisa Dikibarkan di Gelaran Internasional, Ini Kata NOC Indonesia

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 22:14 WIB
Bendera merah putih Indonesia terancam tak bisa dikibarkan di event internasional. (pixabay/jorono)
Bendera merah putih Indonesia terancam tak bisa dikibarkan di event internasional. (pixabay/jorono)

AYOSURABAYA.COM-- Bendera Merah Putih Indonesia terancam tak dapat dikibarkan pada gelaran internasional setelah Indonesia mendapatkan surat peringatan dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Hal itu disampaikan oleh Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia).

Dirinya menerima surat tembusan dari WADA bahwa Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) mendapat Corrective Action Report (CAR) atau Laporan Tindakan Korektif karena aturan yang berlaku saat ini masih belum sejalan dengan WADA Code 2021.

Baca Juga: Perosotan Wahana Air Water Park Kenjeran Ambrol, 16 Pengunjung Alami Luka-luka

Dilansir dari Suara.com, meski WADA resmi membebaskan Indonesia dari jerat sanksi pada Februari lalu, IADO tetap dalam pengawasan ketat WADA untuk tetap bisa menjalankan tugasnya secara profesional dan compliance dengan WADA Code.

Okto pun berharap IADO selaku lembaga independen yang bertanggung jawab terhadap anti-doping di Indonesia untuk bekerja keras dalam menaati kode WADA.

“Saat ini, Merah Putih terancam tak bisa berkibar lagi. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan sebelum 23 Juni, Indonesia terancam sanksi dan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih lagi,” ujar Oktohari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/5/2022).

Baca Juga: Ini Bacaan Niat Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya

“Saya sebagai Ketua NOC Indonesia dan juga mantan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA mengimbau keras kepada IADO untuk bisa lebih intensif berkomunikasi, baik dengan Kemenpora dan lainnya agar situasi kritikal ini dapat teratasi.’’

IADO yang sebelumnya bernama Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), sempat menerima sanksi selama satu tahun dari WADA pada 7 Oktober 2021. Kala itu, Oktohari diberi kepercayaan memimpin Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA. Lewat diplomasi yang dijalankan Oktohari ke WADA, IADO akhirnya terbebas dari jerat sanksi dalam waktu kurang dari empat bulan.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X