Referensi Teks Khotbah Jumat Syawal: Saatnya Muhasabah, Mujahadah, dan Muraqabah

- Kamis, 12 Mei 2022 | 11:26 WIB
Ilustrasi khutbah Jumat. (Unsplash/Muhammad Adil)
Ilustrasi khutbah Jumat. (Unsplash/Muhammad Adil)



AYOSURABAYA.COM-- Pada bulan Syawal umat muslim telah melewati satu bulan lamanya berpuasa Ramadhan, sehingga di bulan Syawal ini adalah waktu yang tepat untuk merenungkan banyak hal yakni dengan muhasabah, mujahadah, dan muraqabah.

Muhasabah, mujahadah, dan muraqabah bisa dimaknai dengan mengisi hari-hari oleh aneka ibadah dan kreasi yang tidak semata bermanfaat bagi dirinya, juga pihak lain.

Dengan muhasabah, mujahadah, dan muraqabah, seorang muslim terus menebar kebaikan dan manfaat untuk diri dan orang lain, sepanjang hidup di dunia ini.

Baca Juga: Referensi Contoh Teks Khotbah Jumat Ramadhan: Ramadhan Bulan Literasi, Mari Mengaji

Untuk membahas lebih dalam tentang hal tersebut, berikut kita simak uraian materi khotbah Jumat Syawal dengan judul "Saatnya Muhasabah, Mujahadah, dan Muraqabah", yang dilansir dari laman NU Online Jatim.

Khotbah Pertama


 الحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَّنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمَّا بَعْدُ .فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى:  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Hadirin Shalat Jumat yang Berbahagia. Pada momentum yang mulia ini, khatib mengajak diri sendiri dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pengertian takwa itu sendiri adalah:

Baca Juga: Referensi Contoh Teks Khotbah Jumat: Mari Sambut Ramadhan dengan Ilmu

 امْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ سِرًّا وَعَلَانِيَّةً ظَاهِرًا وَبَاطِنًا

Artinya: "Yakni menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala apapun yang dilarang oleh-Nya baik dalam keadaan sunyi maupun terang-terangan, dalam wujud lahir maupun batin."

Perlu kita sadari bahwa tingkat ketakwaan inilah yang akan menjadi penyelamat kita di dunia dan akhirat sebagaimana sabda Nabi Muhammad yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA:

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُنْجِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: "Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat."

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah. Selain menguatkan ketakwaan kepada Allah, kita juga wajib untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya karena terus mendapatkan kenikmatan yang tidak bisa kita hitung satu-persatu.

Baca Juga: Contoh Materi Teks Khotbah Jumat: Mengingat Kematian Jelang Ramadhan

Walau kita, misalnya saat ini sedang menghadapi permasalahan dan cobaan besar dalam kehidupan, namun yakinlah, nikmat Allah lebih besar dari masalah dan cobaan yang kita hadapi.

Dengan mensyukuri nikmat Allah juga akan mampu merubah kehidupan lebih baik di masa mendatang. Karena Allah tidak akan mengubah nasib atau keadaan kita kecuali diri kita yang memiliki tekad untuk mengubahnya.
 
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ  

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. ( QS: Ar-Ra’du: 11).

Hadirin yang Berbahagia. Di antara kenikmatan yang harus kita syukuri saat ini adalah diberinya umur panjang oleh Allah SWT sehingga masih bisa menikmati dan melewati bulan suci Ramadhan.

Saat ini juga, kita diberi kesempatan untuk bisa berjumpa dengan bulan Syawal. Bulan Syawal sendiri menjadi bulan yang spesial karena di bulan ini kita merayakan hari raya Idul Fitri.

Baca Juga: Teks Materi Khutbah Jumat: Cara Allah Memuliakan Bulan Syaban

Sebuah hari bahagia bagi umat Islam seluruh dunia untuk merayakan kesuksesan dalam menjalankan perintah Allah SWT yakni berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Dari segi bahasa, kata ‘syawal’ (شَوَّالُ) berasal dari kata ‘syala’ (شَالَ) yang memiliki arti ‘irtafaá’ (اِرْتَفَعَ) yakni meningkatkan. Makna definisi ini menjadi inspirasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah yang selama bulan Ramadhan cenderung menguat dan meningkat.

Kita bisa melihat dan merasakan sendiri bagaimana semangat ibadah kita khususnya, dan umat Islam pada umumnya, lebih tinggi di bulan Ramadhan dibanding dengan bulan-bulan biasanya. Masjid ramai dengan ibadah shalat berjamaah, shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an dan berbagai ibadah lainnya baik siang maupun malam.

Kuantitas ibadah lain juga meningkat di bulan Ramadhan seperti zakat, infak, dan sedekah di samping ibadah utama di bulan Ramadhan yakni berpuasa.

Baca Juga: Panduan Sholat Idulfitri 2021, Khutbah Maksimal 20 Menit

Tentu semua itu harus dipadukan dengan spirit bulan Syawal dalam bentuk peningkatan kuantitas dan kualitas ibadah. Kita harus berusaha sekuat tenaga agar ‘suntikan’ semangat di bulan Ramadhan bisa ditingkatkan, minimal sama persis di bulan Syawal.

Jamaah yang Dirahmati Allah SWT. Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan semangat ibadah di bulan Syawal dan bulan-bulan ke depan adalah dengan melakukan muhasabah, mujahadah, dan muraqabah.

Muhasabah adalah melakukan introspeksi diri terhadap perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Muhasabah ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang: Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan? Apakah kita sudah memiliki niat yang benar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan? Apa yang menjadikan kita semangat beribadah di bulan Ramadhan? Pernahkan kita melanggar kewajiban-kewajiban di bulan Ramadhan? Dan tentunya pertanyaan-pertanyaan introspektif lainnya untuk mengevaluasi ibadah kita selama ini.

Baca Juga: Tata Cara Pelaksanaan Salat Sunnah Nisfu Syaban Dilengkapi Bacaan Niat dan Artinya

Muhasabah ini sangat penting karena akan menjadi pijakan kita untuk melangkah selanjutnya di bulan Syawal. Allah pun sudah mengingatkan kita untuk senantiasa melakukan evaluasi dengan melihat masa lalu kita sebagai modal untuk menghadapi masa depan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr: 18 sebagai berikut:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Setelah melakukan muhasabah, selanjutnya kita melakukan mujahadah yakni bersungguh-sungguh dalam berjuang untuk mempertahankan tren positif ibadah bulan Ramadhan.

Baca Juga: Catat! Dosa Meninggalkan Salat

Di bulan Syawal ini, kita harus tancapkan tekad untuk terus melestarikan kebiasaan-kebiasaan positif selama Ramadhan. Perjuangan ini tentu akan banyak menghadapi tantangan, baik dari
lingkungan sekitar kita maupun dari diri sendiri.

Oleh karenanya, kita harus memiliki tekad kuat dan benar agar hambatan dan tantangan yang bisa mengendurkan semangat ibadah kita ini bisa dikalahkan. Allah telah memberikan motivasi pada orang yang bersungguh-sungguh dalam berjuang sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 69:

 وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."

Hadirin yang Berbahagia. Setelah bermuhasabah dan bermujahadah, selanjutnya kita bisa melakukan muraqabah kepada Allah. Muraqabah adalah upaya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: Pahala Melakukan Salat Jumat, Mempererat Ukhuwah

Upaya kita untuk dekat dengan Allah ini akan memunculkan keyakinan di dalam hati bahwa kita selalu dilihat dan diawasi oleh Allah SWT. Ketika Allah senantiasa mengawasi kita, maka akan muncul rasa takut untuk melakukan segala hal yang dilarang oleh-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

   أَنْ تَعْبـــُدَ اللَّهَ كَأَنَّــكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Artinya: "Hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, sebab meski engkau tidak melihat-Nya, Dia melihatmu."

Semakin kuat tekad untuk bermuraqabah, maka secara otomatis akan menjadikan kita sadar bahwa sangat lemah dan miskin amal ibadah, sehingga akan muncul kesadaran untuk terus melipatgandakan ibadah dan kebaikan sebagai wujud penghambaan kepada Allah.  

Hadirin Rahimakumullah. Itulah beberapa upaya yang bisa dilakukan agar di bulan Syawal ini. Kita masih bisa terus memaksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah serta semangat dalam menjalankan perintah beribadah kepada Allah SWT.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X