Tugas Terbaru Menko Luhut, Ditugasi Presiden Jokowi Urus Masalah Migor Jawa dan Bali

- Selasa, 24 Mei 2022 | 19:50 WIB
Pertemuan Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO Tesla, Inc. Elon Musk di Giga Factory Tesla di Austin, Texas.  (instagram.com/luhut.pandjaitan)
Pertemuan Luhut Binsar Pandjaitan dengan CEO Tesla, Inc. Elon Musk di Giga Factory Tesla di Austin, Texas. (instagram.com/luhut.pandjaitan)

JAKARTA,AYOSURABAYA.COM– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni membereskan persoalan minyak goreng (migor) di wilayah Jawa dan Bali.

Juru Bicara Menko Marves dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, tugas utama yang harus dilakukan sebagaimana permintaan presiden adalah memastikan ketersediaan dan distribusi migor curah sesuai target. Termasuk memastikan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah. 

"Targetnya adalah minyak goreng curah dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah terdistribusi secara merata dan sebanyak mungkin," ujar Jodi sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

Baca Juga: 3,1 Juta Butir Pil Double L Berhasil Diamankan Polresta Mojokerto dari Satu Jaringan Narkoba

Jodi menuturkan dalam melaksanakan tugas tersebut, Luhut dan tim akan berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian sebagai lead coordinator. Tim tersebut melibatkan kementerian/lembaga teknis di antaranya Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan serta Satgas Pangan, BPKP, dan Kejaksaan Agung untuk pengawasannya. Dimana Pemerintah juga akan menggunakan aplikasi digital untuk mengawasi pasokan distribusi mingor. 

"Pemerintah akan mengawasi secara ketat kebijakan pascalarangan ekspor ini dan akan terus melakukan paralel meeting terkait hal ini," imbuh Jodi.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng karena pasokan dan harga minyak goreng curah kembali stabil. 

Baca Juga: Sulit Dapat Pasokan Sapi, PPDS Minta Kebijakan Lockdown di Wilayah Direvisi

"Berdasarkan data pasokan yang semakin terpenuhi dan terjadinya tren penurunan harga di berbagai daerah serta untuk mempertahankan harga TBS petani rakyat, maka Bapak Presiden telah memutuskan untuk mencabut larangan ekspor pada tanggal 23 Mei atau hari Senin minggu depan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X