Simak 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Umat Muslim Laksanakan!

- Kamis, 26 Mei 2022 | 13:51 WIB
Ilustrasi khotbah Jumat. (pixabay/adelbayoumi)
Ilustrasi khotbah Jumat. (pixabay/adelbayoumi)
AYOSURABAYA.COM-- Khotbah Jumat biasa dilakukan saat akan melakukan ibadah sholat Jumat.
 
Pada Khotbah Jumat biasanya khatib akan memberikan nasihat, informasi, maupun ajakan serta peringatan kepada jamaah sebelum menjalankan ibadah sholat Jumat.
 
Pada Khotbah Jumat juga terdapat lima rukun yang harus dikerjakan agar sholat Jumat sah.
 
Berikut ini merupakan lima rukun Khotbah Jumat yang wajib Anda laksanakan yang dikutip dari NU Online Jatim:
 
 
 
1. Memuji kepada Allah pada Kedua Khutbah
 
Rukun khutbah yang pertama adalah memuji kepada Allah, disyaratkan menggunakan kata "hamdun" dan lafadz-lafadz yang satu akar kata dengannya, misalkan “alhamdu”, “ahmadu”, atau “nahmadu”.
 
Selain itu dalam kata "Allah" harus menggunakan lafadz jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. Contoh pelafalan yang benar misalkan: “alhamdu lillâh”, “nahmadu lillâh”, “lillahi al-hamdu”, “ana hamidu Allâha”, “Allâha ahmadu”. 
 
Sementara untuk pelafalan yang salam contohnya: “asy-syukru lillâhi” (karena tidak memakai akar kata “hamdun”), “alhamdu lir-rahmân (karena tidak menggunakan lafadh jalalah “Allah”).
 
 
2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad
 
Membaca sholawat atas Nabi Muhammad wajib dilakukan dalam kedua khutbah. Lafalnya harus menggunakan kata “al-shalatu” dan lafadz yang satu akar kata dengannya.
 
Sementara untuk asma Nabi Muhammad, tidak tertentu menggunakan nama “Muhammad”, seperti “al-Rasul”, “Ahmad”, “al-Nabi”, “al-Basyir”, “al-Nadzir” dan lain-lain. 
 
Contoh membaca sholawat yang benar: “ash-shalâtu ‘alan-Nabi”, “ana mushallin ‘alâ Muhammad”, atau “ana ushalli ‘ala Rasulillah”.
 
Sedangkan contoh sholawat yang salah yaitu: sallama-Llâhu ‘ala Muhammad”, “Rahima-Llâhu Muhammadan (karena tidak menggunakan akar kata ash-shalâtu), dan  “shalla-Llâhu ‘alaihi” (karena menggunakan isim dlamir).
 
 
 
3. Membaca Ayat Suci Al-Quran
 
Dalam khutbah Jumat baik yang pertama maupun kedua, wajib membacakan atau menyampaikan ayat suci Al Quran. 
 
Ayat yang disampaikan harus memberikan pemahaman makna yang dimaksud secara sempurna. Baik berkaitan dengan janji-janji, ancaman, mauizhah, cerita dan lain sebagainya.
 
Tidak cukup menyampaikan potongan ayat yang tak bisa dipahami jika tidak dirangkai dengan ayat lainnya.
 
Misalnya seperti ayat berikut:
 
ثُمَّ نَظَرَ 
 
Artinya: "Kemudian dia memikirkan." (QS Al-Muddatsir ayat 21). 
 
Menurut Syekh Abu Bakr bin Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin, membaca ayat Al Quran lebih utama saat khutbah pertama.
 
 
4. Berwasiat dengan Ketakwaan
 
Rukun khutbah Jumat berikutnya yang wajib dilaksanakan adalah memberi wasiat ketakwaan. Hal ini disampaikan dalam kedua khutbah
 
Meski demikian tidak ada ketentuan redaksi yang baku, prinsipnya adalah setiap pesan kebaikan yang mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan.
 
Dalam penyampaiannya bisa menggunakan frasa “Athi’ullaha, taatlah kalian kepada Allah”, “ittaqullaha, bertakwalah kalian kepada Allah”, atau “inzajiru ‘anil makshiat, jauhilah makshiat”. 
 
Namun perlu diketahui dalam pesan ketakwaan tidak cukup sebatas mengingatkan dari tipu daya dunia, tanpa ada pesan mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan.
 
 
5. Berdoa untuk Kaum Mukmin
 
Doa untuk kaum mukmin dilakukan pada khutbah kedua. Adapun isi kandungannya disyaratkan mengarah kepada nuansa akhirat. 
 
Contoh doanya misalnya: “allahumma ajirnâ minannâr, ya Allah semoga engkau menyelematkan kami dari neraka”, “allâhumma ighfir lil muslimîn wal muslimât, ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimat”. 
 
Itulah  lima rukun Khotbah Jumat yang harus dikerjakan agar sholat Jumat sah. ***

Editor: Nurul Hidayah

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X