Probolinggo Diterjang Banjir Satu Meter, Jalur Pantura Lumpuh Total

- Kamis, 26 Mei 2022 | 20:45 WIB
Ilustrasi banjir rob di Tuban. (pixabay/Hans)
Ilustrasi banjir rob di Tuban. (pixabay/Hans)

PROBOLINGGO,AYOSURABAYA.COM– Masyarakat yang biasa melintas di jalur pantura Probolinggo terpaksa melalui jalur alternatif di Jalan Raya Gending, Kamis 26 Mei 2022. Menyusul banjir setinggi satu meter yang menerjang lima desa di Kabupaten Probolinggo.

Melansir suara.jatim.id, lima desa tersebut adalah Desa Gending, Desa Jati Adi, Desa Pesisir, Desa Brumbungan Lor, dan Desa Klaseman.

Kades Jatiadi, Tutik Subardiyah mengatakan, banjir dipicu luapan sungai di kawasan setempat akibat curah hujan yang mengguyur sejak pagi hingga sore hari. 

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Surabaya Vaganza Bakal Digelar Akhir Pekan Ini

“Air masuk ke perkampungan warga di lima desa dari luapan sawah dan sungai. Ketinggian air yang dirasakan warga cukup meresahkan,” katanya.

Selain membuat jalur pantura Probolinggo lumpuh, dikatakan Tutik banjir juga merendam ratusan hektar sawah di lima desa di Kecamatan Gending. Sehingga membuat banyak tanaman di area pesawahan milik petani rusak akibat tergerus air akibat hujan deras tersebut.

Tak hanya itu, menurut penuturan warga Desa Klaseman, Kecamatan Gending, banjir juga membuat sejumlah hewan ternak milik warga mati. Karena tingginya luapan air sungai yang merendam perkampungan warga. 

Baca Juga: Salurkan Bansos di Solo, Jokowi Harap Ekonomi Pulih Kembali

"Ayamnya nggak bisa lari. Ditambah banjirnya tinggi. Jadi mati di dalam kandang. Ada juga yang kandangnya sudah buka, tapi ayamnya tetap mati karena terlalu tinggi banjirnya," ujar Ana, salah satu warga yang ternaknya mati akibat banjir.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Suarajatim.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X