Menkes Prediksi Puncak Kasus Subvarian Omicron Bakal Capai 20.000 per Hari

- Kamis, 16 Juni 2022 | 23:04 WIB
 Menkes Budi Gunadi Sadikin (ayosurabaya.com/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (ayosurabaya.com/Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,AYOSURABAYA.COM– Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron yang diketahui telah masuk ke Indonesia akan mencapai 20.000 kasus baru per harinya. Angka tersebut merujuk dari angka penambahan kasus baru saat ini yang rata-rata mencapai 1.000-an kasus.

"Jadi kita amati, Afrika Selatan pertama kali BA 4dan BA 5 masuk, puncaknya sepertiga dari puncaknya omicron atau delta sebelumnya," tutur Budi sebagaimana dilansir dari Republika.co.id.

"Jadi kalau kita delta dan omicron puncaknya di 60 ribu kasus sehari. Kira-kira estimasi ya berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari karena kita pernah sampai 60 ribu per hari paling tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Miris, Gadis Difabel di Jember Jadi Korban Kekerasan Seksual, Keluarga dan Tetangga Justru Tutup Mata

Terkait perkembangan kasus Covid-19 saat ini, Budi mengatakan Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia pada hari ini mencapai 6.668 kasus, bertambah 661 dari sehari sebelumnya. Untuk jumlah yang sembuh dari kasus Covid-19 pada hari ini bertambah 509 orang sehingga menjadi sebanyak 5.901.083 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 4 orang. Total yang meninggal karena Covid-19 menjadi sebanyak 156.673 orang.

Sementara itu, epidemiolog dari Griffith University, Australia Dicky Budiman mengatakan, subvarian BA.4 dan BA.5 terdiri dari kombinasi kecepatan menginfeksi omicron dan kemampuan mengikat sel dari Delta. BA.4 dan BA.5 adalah subvarian omicron, jadi masih bagian dari Omicron walaupun karakternya sudah sangat berbeda dari BA.1 dan BA.2.

Baca Juga: Buat Status di WhatsApp Tampak Offline Padahal Online, Begini Caranya!

“BA.4 atau khususnya BA.5 ini dia memiliki karakter yang merupakan kombinasi antara kecepatan menginfeksi yang dia warisi dari omicron leluhurnya dan dia mengadopsi juga mutasi dari Delta L452 yang membuat dia mudah terikat di receptor ACE2 dan mudah masuk ke dalam sel tubuh manusia untuk menginfeksi dan akhirnya mudah untuk bereplikasi di paru,” tutur Dicky.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Antam Jumat 12 Agustus 2022 Turun Rp5.000

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:56 WIB
X