Buka Rakernas PDIP, Presiden Jokowi: Butuh Kolaborasi dalam Pembangunan Bangsa

- Selasa, 21 Juni 2022 | 20:14 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas II PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Selasa 21 Juni 2022. (ayosurabaya.com/dok. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat membuka Rakernas II PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Selasa 21 Juni 2022. (ayosurabaya.com/dok. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA,AYOSURABAYA.COM– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari setiap orang sesuai dengan peran dan keahliannya masing-masing dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. 

“Masing-masing harus berperan sesuai keahliannya, masing-masing harus berperan sesuai dengan keunggulannya, dan kemudian saling bekerja sama, saling berkolaborasi, saling bersinergi untuk sekali lagi menghasilkan sebuah karya besar,” ucap Presiden Jokowi saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Selasa 21 Juni 2022. 

Lebih lanjut Presiden mengatakan, sebagaimana dalam sebuah organisasi, setiap unit kerja memiliki fungsi dan kompetensi masing-masing, tetapi tetap bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dimana setiap orang bertugas sesuai dengan keunggulan masing-masing dan saling bersinergi untuk satu target yang sama. 

Baca Juga: Kalahkan Persis Solo, Sergio Alexandre Sebut PSIS Semarang Pantas Menang di Derby Jateng Piala Presiden 2022

“Inilah nanti golnya yaitu kesuksesan besar, kemenangan besar. Itulah saya kira strategi Indonesia ke depan,” lanjutnya. 

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menjelaskan bahwa saat ini dunia masih menghadapi krisis yang sulit dan bertubi-tubi, mulai dari krisis pangan hingga keuangan. Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi 60 negara di dunia akan mengalami kesulitan dalam perekonomiannya. 

“Terakhir baru kemarin saya mendapatkan informasi 60 negara akan ambruk ekonominya, 42 dipastikan sudah menuju ke sana. Siapa yang mau membantu mereka kalau sudah 42?” kata Presiden.

Baca Juga: Hasil Derby Jateng Piala Presiden 2022, Gol Carlos Fortes Bawa Kemenangan PSIS Semarang Kalahkan Persis Solo

“Mungkin kalau 1, 2, 3 negara krisis bisa dibantu mungkin dari lembaga-lembaga internasional, tapi kalau sudah 42 nanti betul dan mencapai bisa 60 betul kita enggak ngerti apa yang harus kita lakukan,” tambahnya. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X