Tak Hanya Perang Militer, Rusia dan Ukraina Adu Kekuatan untuk Mengontrol Rute Perdagangan di Laut Hitam!

- Rabu, 29 Juni 2022 | 16:12 WIB
ilustrasi rute perdagangan biji-bijian di Laut Hitam (Pexels.com - DapurMelodi)
ilustrasi rute perdagangan biji-bijian di Laut Hitam (Pexels.com - DapurMelodi)

AYOSURABAYA.COM - Tak hanya perang militer, kini Rusia dan Ukraina keduanya sama-sama adu kekuatan untuk mendominasi rute perdagangan biji-bijian yang sangat penting bagi pasokan makanan dunia.

pertempuran kedua negara tersebut terjadi di Laut Hitam. Semenjak hari pertama invasi Rusia ke Ukraina, salah satu tujuan strategis Moskow yang paling awal adalah ketika barisan lapis bajanya maju di sepanjang pantai untuk merebut garis pantai Ukraina dan memotongnya dari laut.

Perebutan pelabuhan Ukraina akan mencekik negara secara ekonomi pada saat Ukraina paling membutuhkan dana untuk menangkis serangan dari Rusia.

Baca Juga: Pejuang Palestina dan Militer Israel Kembali Bentrok di Jenin, Satu orang Dinyatakan Tewas!

Dua dari lima pelabuhan komersial utama Ukraina telah direbut yakni Berdyansk, setelah pengepungan brutal, yang tersisa dari pelabuhan Mariupol. Keduanya sama-sama berada di timur laut Laut Hitam.

Dilansir AyoSurabaya.com dari laman AlJazeera pada Selasa, 29 Juni 2022, Ukraina menyumbang 9 persen gandum dunia. 15 persen jagungnya, dan 44 persen ekspor minyak bunga matahari global. Seperempat gandum Bangladesh, Mesir, Indonesia, dan Pakistan berasal dari Ukraina.

Pelabuhan utama negara itu, Odesa, masih berada di tangan Ukraina, seperti halnya Mykolaiv. Di antara keduanya, mereka menyumbang 80 persen dari ekspor gandum sebelum perang Ukraina.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Lengkap dengan Doanya, Edisi Juli 2022 Tema: Agama Islam-mu Jangan Kau Sepelekan!

Upaya Rusia untuk mengambil pusat perdagangan penting ini dan wilayah sekitarnya telah gagal dan progressnya terhenti.

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X