Kasus Balita Alami Stunting di Jawa Timur Berangsur Turun Selama Periode Tiga Tahun Terakhir

- Kamis, 30 Juni 2022 | 08:51 WIB
ilustrasi Kasus Balita Alami Stunting di Jawa Timur Berangsur Turun Selama Periode Tiga Tahun Terakhir. (pixabay.com)
ilustrasi Kasus Balita Alami Stunting di Jawa Timur Berangsur Turun Selama Periode Tiga Tahun Terakhir. (pixabay.com)

AYOSURABAYA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatat Kasus Balita stunting atau mengalami kekerdilan berangsur turun selama tiga tahun terakhir sejak tahun 2018 hingga 2021.

"Alhamdulillah, Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak telah berhasil menurunkan angka stunting di wilayahnya sebesar 9,31 persen dalam tiga tahun terakhir pada 2018 hingga 2021," ujar PJ Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi dalam peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Jatim di Kota Madiun Rabu, 29 Juni 2022.

Menurut dia, sesuai data, kasus kekerdilan di Jatim pada tahun 2018 mencapai 32,81 persen. Angka tersebut di atas rata-rata kasus stunting nasional yang mencapai 30,01 persen. "Dengan berbagai langkah strategis yang diambil dan tekad kita bersama, stunting di Jatim pada tahun 2021 turun menjadi 23,5 persen di bawah nasional yang rata-ratanya mencapai 24,4 persen," kata Wahid.

Baca Juga: Cerita Asal Usul Suku Tengger yang Bermukim di Gunung Bromo, Jawa Timur

Pihaknya mengatakan kasus kekerdilan telah menjadi hal serius yang harus diberantas oleh pemerintah baik tingkat pusat hingga daerah pada peringatan puncak Harganas tahun 2022 yang mengambil tema "Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting".

"Menjadi tekad kita bersama untuk menurunkan kasus kekerdilan di Jatim sebesar 14 persen di tahun 2024 sesuai target nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo," katanya.

Wahid menjelaskan, kekerdilan dan gizi buruk merupakan dua sisi mata uang dengan SDM yang unggul. Sejarah membuktikan bahwa SDM unggul itu merupakan modal dasar bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga: Tak Hanya Perang Militer, Rusia dan Ukraina Adu Kekuatan untuk Mengontrol Rute Perdagangan di Laut Hitam!

Banyak negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) melimpah, namun ekonominya tidak sejajar dengan negara maju dunia. Tapi ada negara-negara yang tidak memiliki SDA, namun kemajuan ekonominya sejajar dengan negara-negara maju dunia.

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X