Arab Saudi Mengecam atas Serangan Israel di Masjid Al Aqsa, Ini Pelanggaran Hukum Internasional!

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:39 WIB
Orang-orang Yahudi mengunjungi kompleks yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Mulia dan bagi orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci di Kota Tua Yerusalem, saat Israel menandai Tisha B'Av, hari kesembilan dalam bulan Ibrani Av, penghancuran Bait Suci Pertama dan Kedua, 7 Agustus 2022. (Reuters)
Orang-orang Yahudi mengunjungi kompleks yang dikenal umat Islam sebagai Tempat Mulia dan bagi orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci di Kota Tua Yerusalem, saat Israel menandai Tisha B'Av, hari kesembilan dalam bulan Ibrani Av, penghancuran Bait Suci Pertama dan Kedua, 7 Agustus 2022. (Reuters)

RIYADH, AYOSURABAYA.COM - Kerajaan Arab Saudi memimpin kecaman atas serangan Israel di Masjid Al Aqsa yang merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional.

Hal itu diungkapkan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada Minggu, 7 Agustus 2022, yang mengutuk serangan Israel ke halaman Masjid Al Aqsa dan disebut Kerajaan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Saudi meminta masyarakat internasional untuk mengakhiri eskalasi dan memberikan perlindungan yang diperlukan bagi warga sipil Palestina.

Baca Juga: Pimpinan Jihad Islam Palestina Terbunuh saat Serangan Udara Israel Dilancarkan di Gaza

Dilansir AyoSurabaya.com dari laman Arab News pada Minggu, 7 Agustus 2022, Kerajaan Arab Saudi mengatakan, serangan itu melanggar kesucian tempat-tempat suci di Yerusalem, dan berkontribusi untuk menghasut ketegangan, serta memperpanjang kekerasan di tengah eskalasi di Gaza yang menewaskan lebih dari 29 orang warga Palestina dan melukai lebih banyak lagi minggu ini.

Sementara itu, Yordania juga mengutuk pelanggaran Israel di Masjid Al Aqsa, mendesak Israel untuk menghormati kesucian masjid dan menghentikan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengubah status quo dari sejarah dan hukum.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di kantor berita Petra, juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Haitham Abu Alfoul menekankan, bahwa menjalankan urusan tempat suci itu secara eksklusif berada di bawah yurisdiksi Wakaf, yang dikelola Yordania dan Administrasi Urusan al Aqsha di Yerusalem.

Baca Juga: Jumlah Korban di Gaza Palestina Terus Meningkat Akibat Serangan Udara Israel yang Membabi Buta!

Ia menggambarkan, tindakan Israel sebagai pelanggaran status quo sejarah dan hukum internasional, dengan mengatakan tidak menghormati otoritas pemerintah.

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ulama Tersohor Dunia Yusuf Al Qaradhawi Meninggal Dunia

Selasa, 27 September 2022 | 06:27 WIB

7 Fakta Xi Jinping Hingga Disebut Jadi Tahanan Rumah

Senin, 26 September 2022 | 13:53 WIB
X