Polisi Tak Temukan Bukti Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Istri Ferdy Sambo, Penyelidikan Bakal Dihentikan

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:14 WIB
Ketua RT sebut istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi menangis saat rumahnya digeledah (Tangkap layar YouTube.com/Divpropampolri)
Ketua RT sebut istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi menangis saat rumahnya digeledah (Tangkap layar YouTube.com/Divpropampolri)

Polisi Tak Temukan Bukti Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Istri Ferdy Sambo, Penyelidikan Bakal Dihentikan atau SP3. Berikut informasinya.

AYOSURABAYA.COM -- Penyidikan Bareskrim Polri tak menemukan adanya fakta peristiwa dugaan pelecehan seksual dan ancaman kekerasan terhadap Putri Candrawathi Sambo (PC), dalam penyebab peristiwa kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua (J) di rumah dinas Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo, di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat, 8 Juli 2022.

Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto mengatakan, penyidikan terkait dugaan pencabulan, dan kekerasan terhadap Nyonya Sambo tersebut, akan segera dievaluasi, untuk ditentukan nasib hukumnya.

“Kalau faktanya (dugaan pelecehan, dan kekerasan terhadap PC), nggak ada, ya mau diapakan kasusnya,” kata Agus, dilansir dari Republika.co.id, Kamis, 11 Agustus 2022.

Agus menuturkan, sampai sekarang, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, memang belum menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP-3) terkait kasus yang dilaporkan Keluarga Sambo itu. Tetapi, kata dia, penelahaan terkait proses penyidikan dua kasus tersebut, terus dilakukan. 

Penyelidikan Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Brigadir J Akan Dihentikan

Agus menerangkan, Bareskrim, bersama Tim Gabungan Khusus, akan secepatnya melakukan evaluasi penanganan kasus dari pelaporan Irjen Sambo, dan PC isterinya tersebut.

“Penyidikan kasus itu (dugaan pelecehan seksual, dan ancaman kekerasan) akan dilakukan audit oleh Timsus (Tim Gabungan Khusus), atas permintaan dari penyidik,” terang Agus. Hasil audit, dan evaluasi tersebut, berdasarkan kekosongan fakta, dan dari kenihilan alat bukti, memungkinkan untuk segera diterbitkan SP-3.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pekan lalu, pun menyampaikan keragu-raguan atas dugaan pelecehan seksual terhadap Ibu PC yang menjadi sebab, dan pemicu tewasnya Brigadir J. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pernah mengatakan, tim penyelidikannya, belum memiliki, bahkan menemukan adanya bukti, atau akurasi informasi apapun, atas dugaan amoral yang dialami Nyonya Sambo, yang disebut kepolisian selama ini, sebagai motif peristiwa, atau pangkal kronologis pembunuhan Brigadir J.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SIM Keliling Badung Bali, Rabu 28 Desember 2022

Rabu, 28 Desember 2022 | 06:39 WIB

Nataru, Penumpang Pesawat Meningkat 43%

Selasa, 27 Desember 2022 | 08:59 WIB

H-2 Nataru, 965.760 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Sabtu, 24 Desember 2022 | 15:03 WIB
X