Buya Yahya Jelaskan Hukum Keyakinan Rebo Wekasan, Simak Baik-baik

- Rabu, 21 September 2022 | 12:49 WIB
Dipercaya Sebagai Penolak Bala, Inilah Awal Mula Tradisi Rebo Wekasan dan Pelaksanaan Tiap Daerahnya (Masjid Pogung Dalangan on Unsplash)
Dipercaya Sebagai Penolak Bala, Inilah Awal Mula Tradisi Rebo Wekasan dan Pelaksanaan Tiap Daerahnya (Masjid Pogung Dalangan on Unsplash)

AYOSURABAYA.COM -- Rebo Wekasan diyakini sebagai hari buruk yang jatuh pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar, kalender Hijriah.

Namun benarkah keyakinan tersebut? Bagaimana umat islam harus menyikapinya? Buya Yahya pun menjelaskan perihal tersebut dan akan diulas dalam artikel ini.

Artikel ini akan menyajikan tentang pandangan islam terhadap keyakinan Rebo Wekasan yang dijawab oleh Buya Yahya melalui Chanel YouTube Al-Bahjah TV.

Rebo Wekasan adalah hari terakhir di bulan safar. Tahun ini Rebo Wekasan jatuh pada tanggal 21 September 2022, hari ini.

Hari Rebo Wekasan diyakini sebagai hari kesialan atau celaka atau buruk. Sedangkan dari sejarahnya, Rebo Wekasan adalah budaya yang sudah dilestarikan sejak tahun 1984.

Budaya Rebo Wekasan sendiri biasanya diperingati oleh masyarakat Jawa, Madura, Sunda, bahkan Sumatera.

Namun Buya yahya menjelaskan bahwa keyakinan tentang Rebo Wekasan tidak ada dalam islam.

Baca Juga: Denny Darko Sebut Ferdy Sambo Akan Membongkar Rahasia Hitam Polri Pasca Banding Ditolak

"Dari nash, nggak ada hari celaka, nggak ada hari buruk, nggak ada hari bala'. Hari bencana adalah hari ketika kita bermaksiat. selesai." Tutur Buya Yahya

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-hati! 3 Makanan Ini Picu Kebutaan

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:30 WIB
X