Hakim Agung Sudrajad Dimyati Ditetapkan Tersangka KPK Usai Terima Suap Rp 800 Juta

- Jumat, 23 September 2022 | 22:09 WIB
Ilustrasi. Hakim Agung Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka KPK usai terima suap Rp 800 juta. (ayosurabaya)
Ilustrasi. Hakim Agung Sudrajad Dimyati ditetapkan sebagai tersangka KPK usai terima suap Rp 800 juta. (ayosurabaya)

AYO SURABAYA.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hakim Agung pada Mahkamah Agung Sudrajad Dimyati (SD), sebagai tersangka dari kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) bersamaan dengan 9 orang lainnya.

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Agung Sudrajad Dimyati atau SD pada Rabu, 22 September 2022, dini hari.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, dari informasi yang didapatkan lembaganya perihal dugaan Korupsi di MA tersebut, KPK kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan adanya bukti permulaan yang cukup.

Baca Juga: Benarkah Berhubungan Intim di Malam Sabtu dan Minggu Bisa Bikin Anak Nakal dan Suka Nyolong?

"Selanjutnya, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan, berdasarkan hasil keterangan saksi dan bukti-bukti yang cukup maka Penyidik menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka," ucap Firli saat jumpa pers di Gedung KPK, Jumat dini hari.

Sejumlah uang yang diberikan atas dasar untuk memenangkan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Semarang, dalam kasus ini polisi menyita uang sebesar SGD 205.000 atau Rp.2,6 Miliar. Gugatan ini diajukan oleh dua debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

"Gugatan perdata terkait dengan aktivitas dari koperasi simpan pinjam ID di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan HT dan IDKS dengan diwakili melalui kuasa hukumnya, yakni YP (Yosep Parera) dan ES (Eko Suparno)," kata Ketua KPK, Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022) dini hari.

Baca Juga: Konser NCT 127 Dihantui Oknum Bikin Fans War Ticket, Kenapa Terjadi?

Sudrajad selaku hakim agung menerima dana suap dengan jumlah yang fantastis sekitar Rp.800 Juta melalui Elly Tri Pangestu (ETP) sebagai penerima.

Uang miliaran rupiah itu kemudian DY bagikan ke beberapa pihak. DY menerima Rp 250 juta. Kemudian, MH menerima sekitar Rp 850 juta, serta ETP menerima Rp 100 juta. "Dan SD menerima sekitar sejumlah Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP," tutur Firli.

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank BTN Road Show Tabungan BTN Bisnis di Medan

Minggu, 25 September 2022 | 17:18 WIB
X