Viral Pengakuan Penjual Dawet Jadi Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan: Ada Suporter Mabuk, Kepala Polisi Dipukul

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 05:33 WIB
Tragedi Kanjuruhan sisakan duka mendalam bagi korban dan sepak bola Indonesia. (Twitter/@JesWashington)
Tragedi Kanjuruhan sisakan duka mendalam bagi korban dan sepak bola Indonesia. (Twitter/@JesWashington)

AYOSURABAYA.COM -- Viral di Twitter sebuah video berisi pengakuan penjual dawet yang jadi saksi mata tragedi Kanjuruhan.

Pada video tersebut sang penjual dawet mengaku jadi saksi mata tragedi Kanjuruhan dan menyaksikan ada suporter minum lalu kepala Pak Arif dipukul.

Pak Arif, seorang anggota kepolisian yang turut membantu pengamanan pada tragedi Kanjuruhan justru turut dapat bogem dari oknum suporter, menurut pengakuan penjual dawet yang jadi saksi mata.

Bagaimana pengakuan selengkapnya dari penjual dawet yang jadi saksi mata tragedi Kanjuruhan?

Dilansir dari Twitter @roudytoop, inilah pengakuan penjual dawet yang jadi saksi mata tragedi Kanjuruhan, menurutnya ada suporter minum lalu kepala Pak Arif dipukul.

“Ini desak-desakan juga saling tendang sesama suporter,” kata penjual dawet tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa di pintu 3 yang lokasinya berada di sebelah kiri warungnya, ada anak kecil yang terjepit.

“Ditolonglah sama polisi, Pak Arif namanya. Terus ditolong, dilindungi, dia dibawa,” jelasnya.

Baca Juga: Ikut Berduka, Persebaya dan Bonek Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Selanjutnya menurut keterangannya, kondisi di Kanjuruhan setelah itu justru semakin tidak kondusif sampai membuat Pak Arif yang sedang menyelamatkan anak kecil ini dipukuli oleh suporter.

“Tapi orang suporter sebelumnya sudah minum (miras), terus si Pak Arif ini nolong anak kecil itu tapi dipukuli kepalanya,” ujar penjual dawet itu.

Penjual dawet yang tidak diketahui namanya ini juga menceritakan bahwa ia sempat menolong Pak Arif dan anak tersebut setelah dipukuli suporter yang mabuk.

“Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya yang namanya Pak Arif ini, polisi ini,” katanya.

Ibu penjual dawet ini juga menceritakan bahwa dagangannya juga hampir menjadi sasaran amuk massa dari oknum suporter mabuk tersebut.

“Ini dawet mas, jangan ya, terus ditaruh,” jelasnya dalam bahasa Jawa.

Saksi mata penjual dawet ini juga mengatakan jika oknum suporter yang sudah minum miras tersebut juga masih terus mengejar. Ia bahkan tampak memukuli semua orang.

Baca Juga: Isak Tangis Pemain Arema Pecah Saat Proses Tabur Bunga dan Doa di Stadion Kanjuruhan Pasca Tragedi Kanjuruhan

“Ya ini ceritanya saya tahu, dia nangis kasihan, tapi anak perempuan tadi terselamatkan,” ujar penjual dawet tersebut di akhir video.

Itulah salah satu pengakuan dari penjual dawet yang menjadi saksi mata tragedi Kanjuruhan.

Kendati demikian, belum ada validasi mengenai pernyataan dari penjual dawet yang mengaku jadi saksi mata pada tragedi Kanjuruhan ini.***

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X