Pencopotan Kapolres Malang Terpaksa? Giliran Aremania Tuntut Turun Kapolda Jatim

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:59 WIB
AKBF Ferli Hidayat dicopot dari Kapolres Malang. Sementara para Aremania ingin Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta juga turun. (Foto : Ist)
AKBF Ferli Hidayat dicopot dari Kapolres Malang. Sementara para Aremania ingin Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta juga turun. (Foto : Ist)

AYOSURABAYA.COM - AKBF Ferli Hidayat dicopot dari jabatan Kapolres Malang buntut dari Tragedi Kanjuruhan. Malang nasibnya, pelemparan gas air mata diduga bukan atas intruksi Ferli walau akhirnya ratusan korban melayang.

Namun publik tak merasa cukup. Aremania mendesak Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta diturunkan dari jabatannya. Sang jenderal dinilai punya peran sehingga menimbulkan tragedi berdarah tersebut.

Di luar tuntunan Aremania, Nico Afinta pun membuat pernyataan yang kontroversial dan mengundang amarah publik.

Baca Juga: IHSG Rabu 5 Oktober 2022 Menguat, Ini Deretan Saham Layak Beli

Seolah tidak mau disalahkan atas pelemparan gas air mata oleh aparat berwenang di Stadion Kanjuruhan, dia menyebut bahwa langkah pengamanan itu sudah sesuai prosedur.

Padahal menurut aturan FIFA sendiri, pembawaan gas pembubar masa dilarang, apalagi untuk digunakan, termasuk senjata api.

Kapolda Jatim pun dinilai terlalu menyalahkan suporter dalam kejadian kerusuhan. Dia menyebut andai suporter patuh dengan aturan, perisitwa itu tidak terjadi.

Di satu sisi, pencopotan AKBF Ferli Hidayat dari jabatan Kapolres Malang seolah memaksa. Ini berdasarkan temuan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Baca Juga: Benarkah Hukum Memperingati Maulid Nabi itu Bidah?

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X