Presiden Jokowi Kunjungi Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Segera Perintahkan Hal Ini

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:42 WIB
Kumpulan kesaksian Tragedi Kanjuruhan mulai kengerian di pintu 13 hingga suporter saling tindih di tangga. (Twitter/@JesWashington)
Kumpulan kesaksian Tragedi Kanjuruhan mulai kengerian di pintu 13 hingga suporter saling tindih di tangga. (Twitter/@JesWashington)

AYOSURABAYA.COM -- Presiden Joko Widodo telah mengunjungi Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tempat di mana banyak suporter Arema merenggang nyawa akibat terhimpit langaran tidak bisa keluar.

Presiden Jokowi menyoroti kondisi jalan keluar di Pintu 13 yang dinilai terlalu curam. Sanusi mengatakan, nantinya arahan Jokowi akan diaudit oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Presiden tadi ke Pintu 13. Titik yang dilihat Presiden juga terkait jalan keluar, itu terlalu curam. Nanti akan diaudit bangunan oleh Kementerian PUPR," kata Sanusi, dikutip dari Suara.com, Rabu 5 Oktober 2022.

Baca Juga: Hati-hati! 3 Makanan Ini Picu Kebutaan

Kementerian PUPR pun disebut akan membenahi Stadion Kanjuruhan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan keselamatan suporter sepak bola di masa yang akan datang.

"Nanti dari PUPR akan ke sini, apa yang mau dibenahi untuk keselamatan suporter, pemain dan lainnya," ujar Sanusi.

Pemerintah Kabupaten Malang sendiri belum mendata kerusakan bangunan dan infrastruktur di Stadion Kanjuruhan. Mereka juga menanti kedatangan Kementerian PUPR ke Kabupaten Malang.

"Total kerugian masih belum, nanti dari Menteri PUPR akan datang. Rencananya, kata Presiden minggu ini, dan seminggu ini bisa selesai," tambah Sanusi.

Baca Juga: Anggota TNI Tendang Suporter Arema Minta Maaf, Warganet : Dari Seragam Cokelat Mana?

Sebelumnya, terjadi kekacauan setelah pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu, 1 oktober 2022. Dalam pertandingan itu, Persebaya memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.

Kekacauan dipicu oleh tembakan gas air mata yang diarahkan petugas keamanan ke arah tribun. Gas air mata itu memicu kepanikan suporter. Mereka berlari berusaha menyelamatkan diri dari pedihnya gas air mata.

Naas, beberapa pintu stadion terkunci dan tidak bisa dibuka. Situasi itu membuat banyak suporter meninggal dunia karena terhimpit, terinjak-injak hingga kehabisan oksigen.

Baca Juga: Cek BSU 2022 Tahap 5 Rp600 Ribu Tapi Lupa Password, Masih Bisa Dapat?

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan adalah131 orang. Sementara 440 orang mengalami luka ringan dan 29 orang luka berat.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X