Kameramen Baim Wong Bakal Diperiksa Polisi Besok

- Senin, 10 Oktober 2022 | 19:55 WIB
Baim Wong Bakal Terancam 16 Bulan Penjara Buntut Kasus Prank KDRT. (Tangkapan layar Instagram @baimwong)
Baim Wong Bakal Terancam 16 Bulan Penjara Buntut Kasus Prank KDRT. (Tangkapan layar Instagram @baimwong)

AYOSURABAYA.COM -- Kameramen artis Baim Wong dan istrinya Paula Verhoeven akan diperiksa oleh Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa besok, 11 Oktober 2022.

Juru kamera tersebut akan dimintai keterangan terkait tayangan prank untuk mempermainkan seseorang atau kelompok masyarakat mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang disingkat dengan KDRT.

"Selasa (11/10) besok, kami memanggil dua kamerawan Baim Wong dan Paula," kata Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi dilansir dari Republika.co.id, Senin 10 Oktober 2022.

Baca Juga: Lebih Tangguh Mana antara Tomiyasu dan Kim Min-jae sebagai Benteng Asia Terbaik di Liga Sepak Bola Eropa?

Nurma menjelaskan dua kamerawan yang berstatus saksi tersebut merupakan tim kreatif yang merekam konten prank yang dilakukan Baim Wong dan Paula beberapa waktu lalu. Keduanya akan dimintai keterangan lebih lanjut untuk proses penyelidikan.

Lebih lanjut, Nurma mengatakan pihaknya akan kembali memanggil Baim dan Paula terkait laporan keduanya mengenai pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) soal dugaan penyebaran berita bohong. Pasangan selebritas itu akan dimintai keterangan pada Kamis (13/10/2022).

"Kemudian yang kasus kedua yang UU ITE itu memanggil saudara Paula sama Baim Wong," ujarnya.

Baca Juga: Download Lagu Hari Santri 2022 Lengkap dengan Liriknya, Hafalkan Mulai Sekarang

Sebelumnya, Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengajukan 25 pertanyaan kepada selebritas Baim Wong terkait kasus prank laporan KDRT. Laporan yang dibuat semata untuk konten media sosialnya itu menjadi sorotan publik pada beberapa waktu lalu.

"Untuk saudara Paula ada 19 pertanyaan, kemudian Baim Wong ada 25 pertanyaan," kata Nurma di Jakarta, Jumat.

Pihak kepolisian mengamankan alat bukti berupa video dan konten yang telah diunggah. Adapun empat orang saksi yang telah diperiksa, yakni dua orang polisi dan dua orang saksi korban.

Baca Juga: Kendalikan Pemanasan Global, Kendaraan Listrik Justru Timbulkan Dampak Negatif Apa Saja?

Atas perbuatan tersebut, Baim dan Paula sempat dilaporkan melanggar pasal 220 KUHP tentang laporan palsu dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan. Namun, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, penyelesaian kasus dugaan membuat laporan palsu tersebut kemungkinan akan menggunakan restorative justice.

"Alasan restorative itu karena polri tidak antikritik, ya nanti langsung dipidana nanti dibilang polisi ada kritik sedikit langsung nangkap orang nanti dianggap masyarakat tidak benar," ujar Zulpan kepada awak media, Kamis (6/10/2022).

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X