Sikapi GgGAPA, IDAI Beri Imbauan kepada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:34 WIB
Ilustrasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GgGAPA. (Freepik.com)
Ilustrasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau GgGAPA. (Freepik.com)

AYOSURABAYA.COM – Makin maraknya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA), Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) melakukan investigasi khusus.

Menyikapi hal tersebut, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan imbauan kepada tenaga kesehatan, Rumah Sakit, dan masyarakat.

Melalui video yang diunggah di akun resmi Instagram IDAI @idai_ig pada Rabu, 19 Oktober 2022, Piprim membacakan imbauan IDAI dalam menyikapi kasus GgGAPA yang kini meresahkan masyarakat, khususnya orangtua dan anak-anak.

Baca Juga: Terungkap! Ini Janji RD kepada Denise Chariesta Kalau Mau Main lewat Belakang

“Yang pertama bagi tenaga kesehatan dan Rumah Sakit. Tenaga kesehatan menghentikan sementara peresepan obat sirup yang diduga terkontaminasi etilen gilikol atau dietilen gilikol berdasarkan hasil investigasi Kemnkes RI dan BPOM RI”, kata Piprim, dikutip AyoSurabaya.com pada Rabu, 20 Oktober, Pukil 10:50 WIB.

Kemudian, bila memerlukan obat sirup khusus yang tidak dapat diganti dengan persediaan lain, harus dikonsultasikan dengan dokter anak atau konsultan anak.

Jika diperlukan, tenaga kesehatan juga dapat meresepkan obat pengganti yang tidak terdapat dalam daftar obat terkontaminasi, atau mengganti dengan obat puyer dalam bentuk tunggal (monoterapi).

“Peresepan obat puyer tunggal hanya boleh dilakukan oleh dokter dengan memperhatikan dosis berdasarkan berat badan,” tambahnya.

Baca Juga: Bacaan Surat Yasin Paling Lengkap dari Ayat 1 sampai Ayat 83 dalam Tulisan Arab Besar dan Jelas

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X