Kemnaker Pastikan UMP 2023 dan UMK 2023 Naik, Sampai 13 Persen?

- Jumat, 11 November 2022 | 21:02 WIB
Ilustrasi prosentase kenaikan UMP 2023 dan UMK 2023. (Pixabay)
Ilustrasi prosentase kenaikan UMP 2023 dan UMK 2023. (Pixabay)

AYOSURABAYA.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker pastikan UMP 2023 dan UMK 2023 mengalami kenaikan. Berapa persen?

Kendati demikian, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah tak menyampaikan secara langsung prosentase kenaikan UMP 2023 dan UMK 2023.

Menurut Menaker Ida, penetapan UMP 2023 dan UMK 2023 belum diputuskan. Pembahasan secara tripartit yang melibatkan pengusaha, pekerja, dan pemerintah diperlukan dalam menentukan upah minimum.

Baca Juga: Timnas Brasil Diprediksi Kalah di Final Piala Dunia 2022 Qatar dari Timnas Ini

Sementara, layaknya penantian setiap tahun, penetapan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten atau kota (UMK) menjadi salah satu yang dinantikan pihak pekerja atau buruh sebelum tahun berganti.

Seperti dilansir dari Suara.com, sebelumnya pekerja atau buruh telah mengajukan tuntutan kenaikan UMP 2023 sebesar 13 persen.

Kenaikan ini dinilai masuk akal dengan adanya lonjakan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diikuti kenaikan harga-harga lainnya.

Namun, jika kenaikan UMP 2023 dan UMK 2023 ini mengacu pada perhitungan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, prosentase kenaikan upah minimum jauh dari tuntutan pekerja.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibuka Awal Januari 2023? Ini Syarat Terbaru dan Besaran Dana Hingga Rp4,2 Juta

Kenaikan upah minimum berdasarkan perhitungan yang tertera dalam PP 36/2021 akan menhasilkan dua hingga empat persen saja.

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X