Simulasi Perhitungan UMP dan UMK 2023 DKI Jakarta Jika UMP 2023 Naik 10 Persen, Tembus Rp5 Juta

- Sabtu, 19 November 2022 | 15:14 WIB
Simulasi perhitungan UMP dan UMK 2023 DKI Jakarta. (pxhere)
Simulasi perhitungan UMP dan UMK 2023 DKI Jakarta. (pxhere)

AYOSURABAYA.COM -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) baru saja merilis peraturan baru yang memuat besaran UMR, dalam hal ini UMP dan UMK 2023 maksimal sebesar 10 persen.

Sebelumnya, pekerja menolak perhitungan UMP dan UMK 2023 menggunakan Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 36 Tahun 2021 sebagai acuan penetapan kenaikan upah minimum.

Menanggapi itu, Kemnaker mengeluarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 yang akan mengatur penetapan kenaikan UMP dan UMK 2023.

Baca Juga: Intip Harga dan Spesifikasi Realme 10 Pro Series, HP dengan Segudang Fitur Terbaik

Permenaker tersebut memuat variabel yang menjadi pertimbangan dalam perhitungan upah minimum, UMP dan UMK 2023, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu.

Penetapan upah minimum berdasarkan Permenaker tersebut, kenaikannya tidak melebihi 10 persen. Seperti yang tertuang di dalamnya.

"Penetapan atas penyesuaian nilai Upah Minimum sebagaimana dimaksud pada ayat [1] melebihi 10 persen, Gubernur menetapkan Upah Minimum dengan penyesuaian paling tinggi 10 persen [sepuluh persen]," tulis Permenaker tersebut.

Perhitungan upah minimum dilakukan setelah perhitungan nilan upah minimum dilakukan melalui formula berikut:

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Bakal Diputus Kontrak oleh Manchester United, Kok Bisa?

Penyesuaian Nilai UM = Inflasi + (PE x α).

Halaman:

Editor: Reny Diana Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X