UMP 2023 Naik 10 Persen, Ancaman PHK di Depan Mata

- Kamis, 24 November 2022 | 07:31 WIB
Ilustrasi bangunan kota di Jakarta Selatan dan kabar mengenai UMP 2023 Naik 10 Persen. (Pexels.com - Tom Fisk)
Ilustrasi bangunan kota di Jakarta Selatan dan kabar mengenai UMP 2023 Naik 10 Persen. (Pexels.com - Tom Fisk)

AYOSURABAYA.COM - Pemerintah tahun ini resmi menaikkan UMP 2023 naik 10 persen. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah sudah mengesahkan aturan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2023.

Dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi 2023, UMP 2023 naik 10 persen maksimal. Yang berarti tidak akan naik melebihi dari 10 persen.

Penetapan UMP 2023 naik 10 persen sudah resmi penyesuaian paling tinggi 10 persen (Sepuluh persen).

Baca Juga: 5 Kebiasaan Unik Negara Lain yang Berbeda dari Indonesia

Namun, naiknya upah minimum pekerja berarti meningkatkan kewajiban perusahaan atau pemberi kerja. Bankan terasa cukup berat di tengah gonjang-ganjing perekonomian saat ini apalagi kemungkinan terjadi resesi ekonomi ke depannya.

Bukan hanya gelombang PHK yang terjadi pada banyak perusahaan start up saat ini. Tapi juga banyak perusahaan yang bergerak di sektor alas juga mulai melakukan pemecatan PHK sepihak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Hariyadi B. Sukamdani. Dalam surat keterangan resminya, Rabu (22/11/2022) APINDO mengungkapkan bahwa ada 111 perusahaan di Jawa Barat sudah melakukan PHK karyawan pada awal November 2022.

Bahkan ada 16 perusahaan sudah menutup produksinya. Sehingga total pengurangan karyawan sebanyak 79.316 orang di Jawa Barat.

Baca Juga: 75 Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2022, Ungkapkan pada Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Sekolah

Halaman:

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BTN Sukseskan Kawasan Bakauheni Harbour City

Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:00 WIB
X