Peran Pelajar dalam Menghambat Laju Covid-19

- Jumat, 6 November 2020 | 16:07 WIB
Covid-19 Sidoarjo.
Covid-19 Sidoarjo.

AYOSURABAYA.COM--Angka kejadian Covid-19 di Sidoarjo update terakhir 6 November 2020 pukul 00:40:31 di laman covid19.sidoarjokab.go.id mendapatkan angka; positif 7263, sembuh 6622, meninggal dunia 471 dan suspect 4587. Ini menunjukkan pasien penderita covid di Sidoarjo masih terbilang tinggi dan masih masuk zona kuning.

Tak mengherankan kalau pembelajaran dengan temu muka masih belum diijinkan berlangsung di banyak sekolah di Sidoarjo. Kalaupun ada sekolah yang mengadakan pembelajaran dengan temu muka, inipun dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Serta hanya memasukkan siswa dibawah 50 persen juga telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh pemerintah bagi sekolah yang ingin mengadakan pembelajaran temu muka.

Lantas apa yang bisa dilakukan pelajar untuk bisa menghambat laju covid-19 ini? Siapa bilang pelajar hanya bisa hura-hura atau rebahan saja tatkala menghadapi pandemi Covid 19 saat ini? Walaupun tengah melakukan Belajar di Rumah atau BDR tetapi pelajar juga punya andil yang besar dalam mengurangi atau menghambat laju penyebaran virus corona ini.

Tentu yang mereka lakukan khas anak muda. Karena kegemaran mereka nongkrong bersama teman sejawatnya, yah hal ini tidak akan dilakukan lagi saat pandemi. Atau lewat media sosial yang dimiliki mereka menyebarkan hal-hal positif dan kegiatan positif mereka dalam upaya mengurangi penyebaran virus corona.

Dan ini juga dilakukan oleh milenial SMA Negeri 1 Waru, apa saja yang sudah mereka lakukan? Lidia Grace N mengatakan banyak partisipasi yang dapat pelajar lakukan dalam upaya mengurangi dampak buruk covid-19. Seperti, tetap melaksanakan isolasi mandiri, dengan upaya ini kita bisa membantu mengurangi penyebaran virus covid-19. Menaati protokol kesehatan seperti menggunakan masker juga sudah dilakukan dan tidak boleh dilupakan. Upaya selanjutnya yang kita lakukan adalah berdonasi yang nantinya dapat disalurkan kepada tenaga medis, sekarang banyak donasi via online yang terpercaya.

Menghindari budaya nongkrong jadi pilihan Nur Shela Evi Anggriani. “Bentuk partisipasi pelajar dapat dilakukan dengan menghindari budaya nongkrong yang biasanya dilakukan oleh pelajar di tempat keramaian seperti mall atau cafe. Dalam bidang teknologi, pelajar juga memiliki peran yang besar sehingga  mereka dapat menyebarkan informasi mengenai tatacara pencegahan penyebaran covid-19 melalui media sosial mereka seperti selalu memakai masker dan rajin mencuci tangan,” ujar Shela.

Dengan kemampuan menguasai teknologi, Hanin Ainussyamsi Prabowo mengutarakan kalau usaha pelajar ini bisa berupa bikin hastag effect. “Pelajar Indonesia sebenarnya memiliki peran besar dalam menurunkan angka pasien covid-19. Cara sederhananya adalah membuat hastag di medsos sebagai upaya ajakan kepada pengguna medsos untuk mengikuti apa yang sedang digaungkan seperti #stayathome, #dirumahaja, dan #pakaimasker. Hal tersebut merupakan hastag effect yang sangat efektif untuk mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap melakukan protokol kesehatan.”

Mendayagunakan media sosial adalah pilihan Ni Kadek Alya Dharmayanti. “Di era yang digital ini sudah banyak anak muda yang menyebarkan informasi tentang bahaya virus Covid-19 dan hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga diri dari virus ini. Ini terlihat di media social yang mereka miliki. Banyak anak muda yang sudah menghindari budaya nongkrong di tempat keramaian. Menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik ketika bertemu atau berkenalan. Menggunakan masker ketika keluar rumah. Rajin berolahraga, contohnya seperti bersepeda yang akhir-akhir ini sedang viral dan ramai dilakukan oleh banyak orang.”

“Partispasi pelajar dalam mengurangi penyebaran Covid-19 dengan menghentikan kegiatan di luar rumah yang tidak penting, apalagi bepergian ke tempat yang ramai. Mengingat teknklogi di Indonesia yang maju dan berkembang, kita dapat mensosialisasikan bagaimana cara pencegahan Covid -19, seperti memakai masker saat bepergian, mencuci tangan, menjaga jarak, berolahraga serta mengonsumsi makananan yang sehat dan bergizi, baik dari media social yang dimiliki ataupun akun youtube. Ini akan lebih efektif,” ujar Rizha Agustian Dwi Susanto.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Apa Salahnya Melepas Burung?

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:44 WIB

Refreshing Course ala PP Mambaul Ulum Waru

Senin, 28 Desember 2020 | 14:58 WIB

Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

Minggu, 27 Desember 2020 | 08:22 WIB

Dokter Waszklewicz dan Sistem Sirkuler Cacar

Kamis, 24 Desember 2020 | 17:30 WIB

Mantri Cacar dan Dokter Jawa

Rabu, 16 Desember 2020 | 11:44 WIB

Pesona Matahari Terbit di Gunung Bromo

Senin, 14 Desember 2020 | 11:22 WIB

Dokter Bowier dan Tabung Termometris

Selasa, 8 Desember 2020 | 12:25 WIB

Radio Di Masa Corona dan ‘Revolusi’ Program

Sabtu, 5 Desember 2020 | 09:23 WIB

Pandemi, SDN Mulyodadi Bikin Buku Antologi Puisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 14:24 WIB

Inokulasi Cacar dan Perhimpunan Batavia

Rabu, 2 Desember 2020 | 14:49 WIB

Memahami Sistem Koloid dengan Ular Tangga

Kamis, 26 November 2020 | 10:27 WIB

Gauffre Membawa Vaksin Cacar ke Jawa

Selasa, 24 November 2020 | 13:57 WIB

Mengoptimalkan Gadget untuk Pembelajaran Olahraga Siswa

Selasa, 24 November 2020 | 10:02 WIB

Kelola Emosi Marah Siswa dengan Expressive Writing

Sabtu, 21 November 2020 | 17:19 WIB

Menelusuri Legenda Sarip Tambak Oso

Sabtu, 14 November 2020 | 15:08 WIB

Sejarah Gunung Sunda

Jumat, 13 November 2020 | 10:18 WIB

Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

Selasa, 10 November 2020 | 13:33 WIB
X