KPPU Selidiki Dugaan Kartel dalam Kasus Mahalnya Tiket Penerbangan Domestik

  Kamis, 23 Mei 2019   Rahim Asyik
Aktivitas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/5/2019). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang maskapai penerbangan di Indonesia menaikkan harga tiket pesawat pada momen mudik Lebaran 2019. Mengingat kenaikan tetap terjadi, KPPU menyelidiki kemungkinan adanya keterlibatan kartel. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

MEDAN, AYOSURABAYA.COM-- Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dinni Melanie menegaskan, KPPU masih terus menyelidiki dugaan terjadi kartel pada kasus naik dan mahalnya harga tiket penerbangan domestik.

KPPU masih terus melakukan pengumpulan indikasi dan tahap pemeriksaan pendahuluan pada kasus dugaan kartel harga tiket pesawat udara.

"Yah dugaan kartel pada naik dan mahalnya harga tiket penerbangan masuk dalam salah satu kasus yang ditangani KPPU," ujar Dinni Melanie di Medan, Kamis (23/5/2019).

Dinni bersama Komisioner KPPU lainnya Yudi Hidayat dan Guntur Syahputra Saragih berada di Medan dalam acara Forum Jurnalis/Buka Puasa Ramadhan di Kantor KPPU Wilayah I (Sumut, Sumbar, Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau) yang dipandu Kepala KPPU Wilayah I, Ramli Simanjuntak.

Komisioner KPPU lainnya Guntur Syahputra Saragih mengatakan pihaknya telah meminta klarifikasi dari berbagai terkait menyangkut mahalnya harga tiket pesawat yang diduga dampak adanya kartel.

KPPU misalnya sudah meminta keterangan dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator.

KPPU juga sudah memanggil beberapa maskapai penerbangan.

Dari pemanggilan itu, KPPU sudah mendapatkan beberapa data yang dibutuhkan.

"Kasusnya masih dalam proses ke penyelidikan dengan mencari alat bukti," katanya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution, menilai dugaaan kartel pada harga tiket penerbangan udara itu semakin kuat dengan terbentuknya dua kelompok usaha penerbangan.

Kemudian ditambah masih bertahannya kedua kelompok usaha penerbangan itu di harga tiket yang mahal walau permintaan sedang sepi.

"KPPU memang harus menyelidiki dugaan kartel pada harga tiket pesawat udara itu," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar