Komisi VI DPR: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Normal

  Sabtu, 25 Mei 2019   Rahim Asyik
Warga melakukan transaksi pembelian bawang putih saat operasi pasar murah bawang putih di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/5/2019). Operasi pasar yang digelar Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bulog tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok, terutama harga bawang putih. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)***

SIDOARJO, AYOSURABAYA.COM-- Komisi VI DPR RI memantau langsung pasokan bahan pokok di pasar tradisional Surabaya dan Gudang Bulog di Sidoarjo, Jatim, guna memastikan kondisi terkini stok bahan pokok menjelang Lebaran 2019.

Ketua Rombongan Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Kamis (23/5/2019), mengatakan bahwa kunjungan spesifik itu untuk mengetahui ketersediaan dan harga pangan menjelang Idulfitri 1440 Hijriah.

"Harga kebutuhan pokok di pasar juga normal," kata Azam Azman di sela melakukan kunjungan ke Gudang Bulog, Sidoarjo, Jatim.

Dalam kunjungan itu, pihaknya tidak melihat adanya kenaikan harga pokok yang signifikan. Bahkan, cenderung harga komoditas mengalami penurunan mendekati Lebaran.

Menurut dia, saat ini daya beli masyarakat malah yang turun alias sepi. Pasokan barang ada, hanya yang beli di pasar sepi. Bahkan, pada tahun ini lebih sepi daripada pada tahun lalu.

Ia juga meminta pemerintah supaya memperhatikan kondisi Bulog. Tugas yang diberikan untuk menyerap beras milik petani sudah dilakukan. Akan tetapi, ada kendala penyalurannya yang tidak maksimal sehingga pasokan beras yang ada di dalam gudang Bulog ini menumpuk.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa saat ini pasokan beras di dalam gudang Bulog sangat cukup.

"Kami diperintahkan untuk menyerap beras dari petani sebanyak 1,5 juta ton, dan saat ini sudah lebih dari itu, yakni sebanyak 2,2 juta ton untuk pasokan beras," katanya.

Jika sebelumnya beras yang disalurkan untuk rastra sebanyak 2,7 juta ton, saat ini hanya tinggal 50.000 ton.

"Artinya, pasokan tersebut masih sangat banyak, termasuk untuk menghadapi Lebaran ini juga sangat cukup," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar