Mustofa Nahrawardaya Ditahan 20 Hari Terkait Penyebaran Konten Hoaks

  Senin, 27 Mei 2019   Rahim Asyik
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)***

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya ditahan polisi selama 20 hari kedepan, untuk memudahkan pemeriksaan dalam kasus dugaan penyebaran konten hoaks di media sosial yang dilakukan Mustofa.

Mustofa langsung ditahan polisi usai Mustofa diperiksa di Bareskrim Polri sebagai tersangka pada Minggu (26/5/2019). Penahanan dilakukan selama 20 hari hingga Jumat (14/6/2019).

"Yang bersangkutan memposting video, ditambahkan foto, kemudian ditambahkan narasi-narasi yang bisa membangkitkan emosi masyarakat dan membentuk opini negatif masyarakat. Itu berbahaya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk melakukan cek dan recek dalam menerima informasi melalui media sosial.

"Harus hati-hati menggunakan media sosial. Cek dan recek. Saring dulu kebenarannya, sebelum di-sharing (bagikan)," tuturnya.

Sebelumnya, Mustofa dilaporkan seseorang terkait unggahan di akun Twitternya @AkunTofa dan @TofaLemonTofa tentang Harun, seorang remaja yang tewas dalam kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Laporan itu terdaftar dalam LP/B/0507/V/2019/Bareskrim tanggal 25 Mei.

Pegiat media sosial itu kemudian ditangkap polisi, Minggu (26/5/2019) dini hari.

Mustofa disangka melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) atau Pasal (15) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar