Seri Melawan PSIS, Manajemen Evaluasi Tim Pelatih Persebaya

  Jumat, 31 Mei 2019   Rahim Asyik
Pesepak bola Persebaya Damian Emanuel Lizio (kiri) dihadang pesepak bola PSIS Semarang Patrick Silva Mota (kanan) pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/5/2019). Pertandingan berakhir dengan hasil seri 1-1. (ANTARA FOTO/Moch Asim)***

SURABAYA, AYOSURABAYA-- Persebaya gagal memberikan kado spesial berupa kemenangan pada hari ulang tahun ke-726 Kota Surabaya usai bermain seri 1-1 melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (30/5/2019) malam.

“Maaf, kami gagal lagi di pertandingan kandang kedua karena kembali bermain imbang,” ujar pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman seusai pertandingan.

Dua gol di laga pekan ketiga Liga 1 musim ini tersebut masing-masing dicetak oleh Osvaldo Haay menit ke-28 dan gol balasan tim tamu dilesakkan Septian David Maulana menit ke-74.

Hasil seri disebutnya sama dengan kekalahan, terlebih bermain di hadapan puluhan ribu bonek mania yang tak pernah berhenti memberikan dukungan dan semangat ke pemain.

“Ini adalah kerugian dan banyak yang masih harus dibenahi. Evaluasi tak hanya kepada satu atau dua pemain, tapi secara keseluruhan,” ucap Djanur, sapaan akrabnya.

Kendati gagal memberikan kemenangan, eks-pelatih Persib Bandung tersebut mengucapkan selamat HUT kepada Kota Surabaya yang diperingati setiap 31 Mei dan mendoakan agar semakin maju.

“Tiga poin seharusnya menjadi kado spesial. Kami ucapkan selama, tapi maaf tak bisa memberi hasil terbaik,” kata pelatih asal Majalengka tersebut.

Permintaan maaf juga disampaikan salah seorang pemain Persebaya Muhammad Hidayat dan mengaku hasil ini menjadi kerugian bagi tim.

“Saya mewakili teman-teman pemain minta maaf kepada bonek dan bonita, serta masyarakat Surabaya,” kata pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut.

Sementara itu, hasil seri 1-1 mengantar Persebaya di posisi 13 klasemen sementara dengan raihan hasil dua kali imbang dan sekali kalah.

Sedangkan, PSIS Semarang di posisi 10 dengan raihan empat poin hasil sekali menang, sekali seri dan sekali kalah.

Manajemen Akan Evaluasi Tim Pelatih

AYO BACA : Persebaya Kehilangan 3 Pemainnya Saat Menjamu PSIS Semarang

Menyusul hasil seri itu, manajemen akan mengevaluasi tegas tim pelatih Persebaya.

“Manajemen akan mengambil langkah evaluasi tegas terhadap tim pelatih,” ujar manajer Persebaya Chandra Wahyudi kepada wartawan usai pertandingan pada Jumat (31/5/2019).

Menurut dia, skor imbang kali kedua di kandang merupakan hasil yang sangat mengecewakan karena hanya bermain seri 1-1 menjamu Kalteng Putra dan menghadapi PSIS Semarang dengan skor sama.

Chandra Wahyudi mengatakan bahwa kehilangan dua pertandingan kandang yang sangat penting dengan hasil buruk karena kesalahan mendasar adalah sangat fatal.

Bahkan, kejadian gol balasan Kalteng Putra dan PSIS sama persis, yaitu terlambat menggantikan pemain yang cedera sehingga Persebaya bermain 10 orang lalu dimanfaatkan lawan hingga mencetak gol.

“Kesalahan yang sangat mendasar tentu membuat manajemen sangat kecewa karena sebenarnya tim ini bisa berbuat dan menghasilkan sesuatu bagi suporter,” ucapnya.

Dari dua pertandingan di rumah sendiri, Persebaya kehilangan empat poin dan total tujuh poin lenyap di tiga laga awal Liga 1 musim kompetisi 2019.

Sebenarnya, kata dia, setelah melawan Kalteng Putra manajemen sudah memberikan lampu kuning terhadap tim pelatih dan berharap segera dilakukan pembenahan akibat kesalahan-kesalahan mendasar di lapangan.

“Kalau kemarin lampu kuning, ini seharusnya sudah lebih dari lampu kuning. Kami akan segera putuskan sebelum lawan Barito Putra atau bahkan sebelum Lebaran,” katanya.

Manajemen juga berterima kasih kepada suporter yang memberikan dukungan positif kepada Persebaya sehingga mereka seharusnya mendapatkan hasil lebih layak dari sekarang.

Djadjang Nurdjaman Terlambat Melakukan Pergantian Pemain

Menurut Antara, pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengakui bahwa gol PSIS Semarang akibat kurang cepatnya pergantian pemain sehingga hanya bermain 10 orang usai Novan Sasongko mengalami cedera.

AYO BACA : Djadjang Nurdjaman: Hasil Seri di Kandang Sama dengan Kalah

“Saya yang bertanggung jawab atas hasil ini dan kami serahkan semuanya ke manajemen,” kata Djanur, sapaan akrabnya.

Sementara itu, suasana tidak bergairahnya di lorong ruang ganti pemain terlihat usai laga karena mayoritas menyesali hasil akhir, bahkan tampak murung.

Saat usai pertandingan aksi diam bonek yang enggan menyanyikan “Song for Pride” juga membuat seluruh pemain tampak menundukkan kepala.

Tak itu saja, saat bus pemain meninggalkan stadion, aksi protes dari bonek terus berlanjut, bahkan polisi harus mengendalikan suporter yang berteriak sambil menggebrak badan bus sebagai bentuk ketidakpuasan.

“Djanur out, Djanur out. Bonek sudah datang dan sangat rindu kemenangan,” kata sejumlah bonek sambil berteriak-teriak.

PSIS Syukuri Hasil Seri Melawan Persebaya

Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra mensyukuri hasil seri 1-1 melawan tuan rumah Persebaya. “Hasil yang sangat kami syukuri karena bisa membawa pulang satu poin dari Surabaya,” ujarnya usai pertandingan.

Meski tanpa persiapan khusus karena mepetnya waktu dari pertandingan sebelumnya, namun ia menekankan kepada setiap pemainnya untuk tetap tampil lepas dan bermain sesuai instruksi pelatih.

Bahkan, diakuinya pada babak pertama timnya kerap kehilangan fokus sehingga harus merelakan gawang kiper PSIS Jandia Eka Putra dibobol oleh Osvaldo Haay lewat skema umpan silang.

“Tapi, babak kedua kami bermain bagus dan tercipta satu gol, meski ada beberapa peluang lainnya yang seharusnya juga menjadi gol,” ucapnya.

Usai laga, kata dia, timnya harus kembali ke Semarang dan masih berkumpul hingga 2 Juni 2019 sebelum diliburkan hingga 8 Juni dalam rangka memberi kesempatan pemainnya merayakan Lebaran bersama keluarga.

Di jeda pertandingan, Jafri Sastra tetap meminta pemainnya menjaga kondisi agar sekembalinya ke tim tetap memiliki fisik prima dan tak terlalu banyak mengembalikan performa pemain.

“Kami juga ada program timbang badan saat masuk pascalebaran, termasuk program ke pemain secara individu agar terjaga performa dan kondisi fisiknya,” katanya.

Sementara itu, pemain PSIS Semarang Arthur Bonai juga mengaku bersyukur karena mampu melewati pertandingan tandang pertama dengan raihan satu poin.

“Kami juga bersyukur semua pemain tetap fit dan hasil seri jadi modal penting untuk laga berikutnya,” kata pemain yang dipanggil pemusatan latihan di Timnas Indonesia tersebut.

AYO BACA : Persebaya Dukung 3 Pemainnya Masuk Timnas Senior

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar