Taipei Incar Turis Muslim Indonesia

  Senin, 10 Juni 2019   Rahim Asyik
(Dari kanan ke kiri) Wakil Menteri Luar Negeri Tsao Li-jey, Duta Besar St. Kitts dan Nevis Jasmine Huggins, Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Kota Taipei Hsueh Chuen-ming, dan Kepala TCG's Departemen Informasi dan Pariwisata Liu Yi-ting saat membunyikan bel untuk menandai perayaan Festival Lentera Taipei, 13 Februari lalu. (taiwantoday.tw)***

TAIPEI, AYOSURABAYA.COM-- Pemerintah Kota Taipei mengincar wisatawan muslim dari Indonesia. Dengan melibatkan para buruh migran, mereka menyediakan berbagai fasilitas dan akomodasi pariwisata di Ibu Kota Taiwan itu bersertifikat halal.

“Kami ingin Taipei jadi kota yang nyaman bagi umat Islam. Besok kami akan kumpulkan para pendatang muslim dari Indonesia,” kata Kepala TCG's Departemen Informasi dan Pariwisata Kota Taipei Liu Yi Ting, Sabtu (8/6/2019).

Pemkot Taipei memfasilitasi acara halal bi halal para tenaga kerja Indonesia di Taman Daan, Minggu (9/6/2019), sebagai bagian dari upaya untuk menarik minat turis dari Indonesia berkunjung ke negaranya.

Upaya lain adalah memperbanyak petunjuk arah yang jelas menuju musala atau masjid di beberapa tempat strategis.

Liu Yi Ting menyebutkan pada 2018 Kota Taipei menerima sekitar 210.000 turis dari Indonesia. “Dibandingkan tahun sebelumnya ada kenaikan 10%,” kata alumnus National Taiwan Normal University itu.

AYO BACA : Pemerintah Kota Taipei Fasilitasi Perkembangan Pencak Silat

Meskipun bukan kota muslim, Taiwan masuk Salam daftar tiga besar kota di dunia yang ramah kepada wisatawan muslim.

Beberapa hotel berbintang pun berlomba-lomba mendapatkan sertifikat halal dari asosiasi muslim setempat, seperti Howard Plaza Hotel yang sudah dua tahun ini memperoleh sertifikat halal.

Wali Kota Taipei Ko Wen Je sebelumnya menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit bersertifikat halal untuk mendapatkan pasien muslim dari beberapa negara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Sayangnya upaya menggaet wisatawan muslim dari Indonesia itu tidak diimbangi dengan kebijakan bebas visa kunjungan singkat seperti yang diambil oleh Hong Kong, Makau, dan beberapa kota di Tiongkok.

“Kebijakan visa itu tanggung jawab pemerintah pusat. Kami juga sudah mengupayakannya, tapi pusatlah yang menentukan,” ujar Liu.

Sejauh ini, pemegang paspor Indonesia belum bisa memasuki Taiwan tanpa terlebih dulu mengajukan permohonan visa kunjungan singkat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar