Derbi Suramadu (Surabaya Vs Madura United) Akan Digelar pada 19 Juni dan 27 Juni 2019

  Senin, 10 Juni 2019   Rahim Asyik
Persebaya akan bertemu Madura United dalam 8 besar Piala Indonesia 2018 pada 19 Juni 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya.id)***

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Persebaya Surabaya akan menjalani laga derbi Suramadu melawan Madura United di babak delapan besar Piala Indonesia pada 19 Juni dan 27 Juni 2019.

“Persebaya terlebih dahulu menjadi tuan rumah, kemudian bertandang ke Madura,” tulis Persebaya.id, laman resmi klub Persebaya.

Kepastian tersebut didapat dalam surat PSSI nomor 1824/AGB/336/VI-2019 yang diterima Persebaya di Surabaya pada Selasa, (4/6/2019).

Sebelumnya, laga dua tim asal Jawa Timur tersebut ditunda lantaran tidak mendapat izin dari kepolisian baik di Surabaya maupun Madura

Hal itu dikarenakan jadwal sebelumnya pada 23 April dan 4 Mei berbarengan dengan masa penghitungan suara pemilu.

AYO BACA : Gegara Hasil Seri Melawan PSIS, Manajemen Evaluasi Tim Pelatih Persebaya

Laga tandang ini akan dilakoni Ruben Sanadi dan kawan-kawan setelah bertandang ke Borneo pada 23 Juni 2019 dalam pekan ke-4 lanjutan Liga 1.

Apabila berhasil menaklukkan Madura United, Persebaya akan berhadapan dengan PSM Makassar dalam babak semifinal yang sebelumnya usai menang melawan Bhayangkara FC 4-4 dan 4-2.

Sementara itu, dalam pertandingan lainnya, Persija Jakarta akan berhadapan dengan Borneo FC di babak semifinal.

Kemudian, masing-masing pemenang akan melaju ke babak final dan pemenang berhak mewakili Indonesia di Piala AFC tahun 2020.

Persebaya Lepas Pelatih Fisik Rudy Eka Priambada

AYO BACA : Persebaya Dukung 3 Pemainnya Gabung dengan Timnas Senior

Sementara itu, seiring dengan evaluasi menyusul hasil seri melawan PSIS Semarang dan Kalteng Putra, Persebaya melepas pelatif fisik Rudy Eka Priambada. ”Kami ucapkan terima kasih kepada Coach Rudy,” kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi (3/6/2019).

”Dinamika di tim Persebaya membutuhkan adanya struktur yang lebih streamline. Untuk adanya komunikasi dan bench management yang lebih baik,” lanjutnya seperti disitir laman Persebaya.id.

Komunikasi dan bench management memang menjadi salah satu masalah di Persebaya saat ini. Hasil seri 1-1 melawan PSIS dan Kalteng Putra tidak lepas dari hal itu.

Sejatinya bukan hanya Rudy yang dievaluasi manajemen. Tiga pelatih lainnya juga. Baik pelatih kepala Djadjang Nurdjaman, asisten pelatih Bejo Sugiantoro, dan pelatih kiper Hadi. Namun, untuk saat ini, manajemen menilai yang perlu dilakukan pergantian adalah di posisi pelatih fisik.

Rudy bergabung bersama Persebaya awal musim lalu. Dia melengkapi duet Djadjang Nurdjaman dan Bejo Sugiantoro yang pada 2018 sukses mengantarkan Bajol Ijo finis dalam posisi lima besar.

Manajemen Persebaya berharap, perubahan komposisi pelatih ini bisa mengembalikan magis duet Djanur Bejo tahun lalu. Sebab, secara skuad, tahun ini kualitas individu pemain Persebaya sebenarnya lebih baik dari tahun lalu. Dibuktikan dengan dipanggilnya tujuh pemain Persebaya untuk membela timnas. Jumlah pemain Persebaya yang dipanggil timnas adalah salah satu yang terbanyak.

Untuk mengisi pos pelatih fisik, Persebaya kini tengah mencari sosok yang pas. Sosok dimaksud diharapkan bisa segera bergabung setelah Lebaran.

AYO BACA : Djadjang Nurdjaman: Hasil Seri di Kandang Sama dengan Kalah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar