Dewan Pers Akan Segera Periksa Produk Jurnalistik Majalah Tempo

  Selasa, 11 Juni 2019   Rahim Asyik
Komandan Tim Mawar, Mayjen Purn. Chairawan dengan didampingi oleh Kuasa Hukum Irjen Polisi Purn DR Yuskamnur menyampaikan aduan ke Dewan Pers terkait pemberitaan majalah Tempo, Selasa (11/06). (Sumber: @dewanpers)***

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Dewan Pers akan segera memeriksa produk jurnalistik majalah Tempo edisi Tim Mawar dan Rusuh Sarinah yang diadukan oleh mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI Purnawirawan Chairawan Nusyirwan.

"Dewan Pers akan segera memeriksa produk jurnalistik ini. Perlu kami tekankan bahwa sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999, apabila ada produk jurnalistik yang dianggap merugikan maka Dewan Pers akan memeriksanya," tutur Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Kantor Berita Antara melaporkan, Dewan Pers berencana memanggil Chairawan dan majalah Tempo pada Selasa pekan depan untuk pemeriksaan dan klarifikasi dari dua belah pihak.

Hendry Chairudin Bangun menekankan, sesuai UU Pers, hukuman yang diberikan kepada media apabila produk jurnalistiknya terbukti melanggar kode etik adalah sanksi etis, bukan pidana.

AYO BACA : Pemred Tempo Hargai Pengaduan Chairawan

"Jadi tidak ada pidana atau perdata. Jadi mudah-mudahan teman-teman mengikuti kasus ini sampai Selasa depan sehingga putusannya bisa diikuti sampai tuntas," ucap dia.

Kuasa hukum Chairawan, Hendriansyah, menyebut pemberitaan majalah Tempo edisi Senin 10 Juni 2019 merugikan Chairawan secara pribadi karena kleinnya merupakan mantan komandan Tim Mawar.

"Menurut beliau langsung menghakimi bahwa Tim Mawar ini terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019. Jadi kami berterima kasih kepada Dewan Pers, sudah menerima laporan kami," tutur Hendriansyah.

Pihaknya berharap Dewan Pers merekomendasikan adanya tindak pidana atas majalah Tempo edisi tersebut lantaran konten berita dinilai menghakimi Tim Mawar.

AYO BACA : Polisi Akan Ungkap Dalang Kerusuhan 22 Mei

Selain itu, disebutnya dalam edisi itu seolah Tim Mawar terbukti bersalah sehingga menimbulkan kebencian antargolongan.

"Kami harap menindak tegas secara hukum kepada majalah Tempo edisi Senin 10-16 Juni 2019 yang tidak menjalankan tugas jurnalistik yang dimaksud di UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," ucap dia.

Pemimpin Redaksi Tempo: Dewan Pers Adalah Lembaga yang Berwenang

Sementara itu, Pemimpin redaksi Tempo Arif Zulkifli menghargai langkah Chairawan Nusyirwan yang mengajukan keberatannya ke Dewan Pers.

"Tempo menghargai langkah hukum dari narasumber atau publik yang mempersoalkan liputan Tempo," kata Arif Zulkifli di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Menurut Arif, Dewan Pers adalah lembaga yang berwenang memediasi keberatan terkait produk jurnalistik sesuai undang-undang pers.

"Kami akan mengikuti proses di Dewan Pers," ujar Arif.

AYO BACA : Sebut 60 Orang Ditembak Saat Kerusuhan 22 Mei, Ustaz Lancip Dipanggil Polisi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar