Ulama Aceh Haramkan PUBG, Ini Dampaknya Kalau Game Dilarang

  Rabu, 19 Juni 2019   Rahim Asyik
Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh mengharamkan game PUBG dan sejenisnya. (www.polygon.com)***

Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh mengharamkan game PUBG dan sejenisnya. Setidaknya ada 5 dampak yang harus dipikirkan kalau game dilarang.

BANDA ACEH, AYOSURABAYA.COM-- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring Playerunknown’s Battleground alias PUBG dan sejenisnya.

Wakil Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh mengatakan, fatwa tersebut dikeluarkan karena permainan daring tersebut menimbulkan dampak negatif.

"Sebelum disahkan, fatwa haram bermain PUBG dan permainan perang sejenis dibahas sejak dua hari terakhir. Dalam pembahasan ini juga mengundang sejumlah ahli," kata Faisal Ali, Rabu (19/6/2019).

Terkait permainan daring sejenisnya, ia menyebutkan berdasarkan keterangan ahli, banyak anak permainan sejenis PUBG tersebut. Jadi, MPU Aceh memutuskan fatwa haram PUBG dan sejenisnya.

Tgk H Faisal Ali menambahkan permainan PUBG dan perang-perangan sejenisnya menciptakan perilaku yang aneh-aneh. Perilaku ini mengubah akhlak yang memainkannya.

Selain perilaku aneh-aneh, yang memainkan permainan tersebut perilakunya menjadi brutal dan beringas, sehingga bisa mengganggu dan meresahkan orang lain.

"Permainan PUBG dan sejenisnya ini juga menghina simbol-simbol Islam. Sebab itu, permainan PUBG dan sejenisnya haram dimainkan," tegasnya.

Sebelumnya, 21 Maret 2019, Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat berencana mengeluarkan fatwa haram terhadap PUBG. Game yang dikemas mengeliminasi lawan lewat baku tembak senjata tersebut disinyalir menjadi salah satu yang menginspirasi pelaku teroris di Selandia Baru.

AYO BACA : Pameran Tahunan Game Terbesar di Indonesia Digelar Juli 2019

"Teroris yang di Selandia Baru terinspirasi oleh game, dan game kan enggak cuma satu, tapi yang menginspirasi betul teroris tersebut adalah PUBG. Kalau satu orang sudah terinspirasi, nanti khawatir ditiru orang lain," kata Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, kepada Nur Khansa Ranawati dari Ayobandung.com, Kamis (21/3/2019).

Wacana fatwa itu mengemuka lantaran pihaknya menilai PUBG banyak mengandung unsur mafsadat (kerusakan). Untuk membuat kajian fatwa, MUI Jabar terlebih dahulu akan melibatkan pihak akademisi.  "Mafsadat yang menimbulkan kerusakan kecil pun tak boleh (dibiarkan), apalagi ini. Menolak kerusakan harus didahulukan dari mempertimbangkan manfaatnya. Tapi kan mengeluarkan fatwa tidak boleh sembarangan, jadi pembahasannya harus komprehensif. Nanti menghadirkan pakar termasuk pakar psikologi dan pendidikan," kata Rafani.

Di luar negeri, seperti dilaporkan di sini, Pemerintah Tiongkok dilaporkan telah memblokir sembilan dari total 20 game. Perinciannya, League of Legends, Overwatch, Diablo, World of Warcraft, PUBG, Fortnite, H1Z1, Ring of Elysium, dan Paladins.

Pemblokiran dilakukan lantaran beberapa game dinilai terlalu banyak memunculkan darah. Ada juga yang menganggap percakapan di chatroomnya tidak pantas. Kemudian, terlalu mengekspos karakter perempuan dan menampilkan konten-konten vulgar. Di samping itu, ada juga game yang diblokir lantaran terdapat sejumlah penipuan di dalam misi yang dijalankan.

Apa dampaknya kalau game-game itu dilarang? Abdul Khair di situs ini menyebutkan 5 kemungkinan kalau PUBG dan game lainnya diharamkan di Indonesia.

Pengembang dan Penerbit Luar Ragu Memasarkan Game di Indonesia

Sejauh ini, Indonesia dianggap sebagai lahan basah bagi para pengembang dalam dan luar negeri. Data Statista.com menyebutkan pasar game di Indonesia mampu mendatangkan pendapatan sebesar 624 juta dolar Amerika dan akan terus meningkat. Potensi finansial sebesar itu bisa hilang seiring dengan pelarangan semacam di Banda Aceh.

Ruang Lingkup Esports Indonesia Bakal Mengecil

AYO BACA : Aplikasi TransportasiKu Mulai Banyak Diunduh Warga Surabaya

Mengutip Pocket Gamer, game bergenre battle royale untuk perangkat mobile (PUBG M, Rules of Survival, dan Free Fire) di Indonesia menyentuh angka 90 juta pemain. Bisa saja, di antaranya terdapat talenta-talenta berbakat yang dapat membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga tengah memperhatikan potensi esports sebagai pendukung ekonomi negara yang melibatkan kreasi generasi muda. Pelarangan jelas akan berdampak pada pertumbuhannya.

Game Lain Juga Harus Kena Fatwa Haram

Sesungguhnya, PUBG bukan satu-satunya game yang berunsur kekerasan. Pelarangan terhadap PUBG, bila alasannya lantaran konten kekerasan di dalamnya, seharusnya secara konsisten diikuti dengan pelarangan terhadap Mortal Kombat, Grand Thief Auto, Watch Dogs bahkan Angry Birds yang ada aksi ledak-ledakannya.

Hilangnya Entitas Game Sebagai Hiburan

Sifat hiburan dalam game bisa hilang kalau game itu dilarang. Padahal seperti disampaikan Psychology Today, bermain game kompetitif bisa meningkatkan kemampuan individu, menambah kepercayaan diri, dan mendukung kemampuan bersosialisasi di kehidupan sehari-hari.

Ujian Besar Bagi Kreator Game Dalam Negeri

Kreator game dalam negeri juga harus ekstrakeras mencari supaya ekosistem game di Indonesia tetap hidup namun tetap kompetitif untuk bersaing di level internasional. Pelarangan dikhawatirkan malah akan menyebabkan perkembangan game dalam negeri stagnan alias di situ-situ saja.

AYO BACA : Kominfo Akan Kaji Aplikasi MiChat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar