Bukalapak Startup No 1 di Indonesia atau No 18 di Dunia

  Minggu, 23 Juni 2019   Rahim Asyik
7 besar peringkat startup di Indonesia. (www.startupranking.com)***

Data pemeringkat startup menempatkan Bukalapak sebagai startup pertama di Indonesia, disusul Blibli, Traveloka, Zalora Indonesia, Zenius Education, Blanja, Alodokter, Ruangguru, Dokter Sehat, dan Elevenia.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Platform jual beli daring Bukalapak berada di urutan pertama  perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia.

Menurut data situs Startup Ranking per 22 Juni 2019, Bukalapak mendapat 131,7 juta kunjungan per data bulan ini. Platform pimpinan CEO Achmad Zaky saat ini menjadi salah satu startup bertitel unicorn, yang memiliki valuasi di atas 10 miliar dolar Amerika Serikat, di Indonesia.

Pada awal 2019, Bukalapak menyatakan, titel decacorn (tingkatan valuasi startup di atas unicorn) bukan tujuan utama mereka dalam berbisnis melainkan memberbedayakan pedagang dan usaha kecil.

"Yang namanya decacorn-unicorn itu bukan sesuatu yang kita cari sebagai tujuan utama. Tujuan utama Bukalapak terdekat adalah bagaimana Bukalapak bisa terus berkembang dan bisa memajukan UKM di Indonesia," kata Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, Januari 2019 lalu.

Hingga akhir 2018, Bukalapak memiliki sekitar 40 juta pelapak, toko atau indvidu yang berdagang. Sementara penggunanya mencapai 50 juta orang.

AYO BACA : ASUS Luncurkan Ultrabook Rp7 Jutaan

Bukalapak hingga saat ini belum mengakuisisi perusahaan mana pun. Pada Januari itu mereka menyatakan belum ada rencana untuk membeli perusahaan untuk mengembangkan diri.

Kendati belum mengakuisisi startup mana pun, Bukalapak terus mengembangkan layanan. Terakhir, mereka membuat BukaGlobal agar UKM Indonesia dapat terhubung dengan pasar di beberapa negara di antaranya Malaysia.

Bukalapak, layaknya platform jual beli umumnya, dapat diakses lewat situs dan aplikasi. Sejak 2018, Bukalapak menggandeng Dana untuk layanan pembayaran dengan dompet digital.

Di bawah Bukalapak ada Blibli. Disusul di urutan berikutnya masing-masing Traveloka, Zalora Indonesia, Zenius Education, Blanja, Alodokter, Ruangguru, Dokter Sehat, dan Elevenia.

Platform belanja Blibli.com memeriahkan industri jasa perdagangan daring (e-commerce) Indonesia sejak 2011 sebagai salah satu e-commerce yang mendukung produk-produk buatan lokal.

Blibli.com memiliki kategori "Galeri Indonesia" untuk menampilkan produk-produk asli Indonesia berupa produk artisan, baik kerajinan tangan maupun makanan, sejak 2015.

AYO BACA : Kecanduan Gawai Bisa Sebabkan Anak Tantrum

Dukungan Blibli.com terhadap pelaku usaha lokal juga ditunjukkan dengan konsistensi mereka mengadakan kompetisi untuk pebisnis kreatif "The Big Start" yang masuk musim keempat pada 2019.

"The Big Start Season 4" membuka kesempatan untuk pelaku usaha di bidang kriya, kuliner, fashion, kecantikan, dan kesehatan. Para pelaku usaha yang terlibat dalam ajang itu berusia 18-35 tahun.

Blibli.com memberikan syarat mereka sudah memproduksi barang di Indonesia minimal dua tahun. Para pemenang, selain mendapat hadiah uang tahun ini total Rp1,3 miliar, juga berkesempatan ikut pameran di luar negeri.

Semarak berbelanja daring, menurut CEO Blibli.com Kusumo Martanto, tidak berarti mematikan gerai fisik. Platform daring hanya salah satu kanal untuk memasarkan produk.

Sejak 2018 Blibli.com memiliki gerai fisik Blibli Instore yang memadukan pengalaman belanja online serta offline yaitu barang dapat langsung dibawa. Sepanjang 2018, Blibli Instore sudah terpasang di 3.000 gerai mitra di berbagai kota di Indonesia.

Kusumo menargetkan jumlah gerai Blibli Instore akan naik 6 sampai 7 kali pada 2019.

Menurut situs Startup Ranking, pengunjung Blibli.com mencapai 57,3 juta per Juni 2019. Pada 2017, Blibli.com juga mengakuisisi biro perjalanan daring Tiket.com.

AYO BACA : Aplikasi TransportasiKu Mulai Banyak Diunduh Warga Surabaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar