Sedang Tren, Rumah Bergaya Japandi (Japanese-Scandinavian)

  Selasa, 25 Juni 2019   Rahim Asyik
Rumah bergaya Japandi yang merupakan perpaduan antara gaya Jepang dan Skandinavia sedang tren belakangan ini. (freshome.com)***

Rumah bergaya Japandi yang merupakan perpaduan antara gaya Jepang dan Skandinavia sedang tren belakangan ini.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Beberapa tahun belakangan gaya Skandinavia menjadi primadona dalam mendesain interior rumah. Namun semakin ke sini, tren pun berganti menjadi lebih ke arah Japandi atau perpaduan antara gaya Jepang dan Skandinavia.

Menurut CEO Dekoruma, Dimas Harry Priawan, kebanyakan tempat tinggal saat ini berukuran 30 m2 untuk apartemen dan 60 m2-100 m2 untuk rumah.

AYO BACA : Objek Wisata Malang Harus Punya Merek Sendiri

Dengan lahan yang tidak besar ini, biasanya orang lebih senang sesuatu yang simpel dan multifungsi, seperti kebanyakan rumah di Jepang. Lalu untuk warna, tetap menggunakan yang biasa diterapkan pada gaya Skandinavia.

"70-80% customer selalu bilang ingin rumah minimalis, tapi rata-rata melenceng ke arah Skandinavia tapi lebih ke arah Jepang yang simpel," ujar Dimas di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

AYO BACA : Kuliner Gresik: Kolak Ayam Warisan Sunan Dalem

"Nama Japandi sendiri kita buat dari Japanese-Scandinavian. Warna ya lebih ke putih tapi kalau kita di daerah tropis ini pakainya kayu jati yang gelap tapi dengan desain yang lebih simpel. Penggunaan warna tetep dari putih dan abu-abu. Karena warna itu akan membuat bangunan terlihat lebih luas," lanjut Dimas.

Rumah dengan gaya Japandi ini juga memanfaatkan lahan atau ruangan yang terbatas. Oleh karena itu, ukuran dapur tidak terlalu besar.

Selain itu, area dapur juga bisa digunakan sebagai tempat mencuci dengan menggunakan mesin cuci bukaan depan sehingga bisa diletakkan berbarengan dengan kitchen set.

"Kalau dulu zaman orang tua kita mungkin ada dapur kotor, dapur bersih. Tempat cuci baju juga sendiri, ruang tamu sendiri, ruang makan sendiri. Tapi sekarang dengan bangunan yang kecil semua fungsi rumah juga berubah," jelas Dimas.

"Sekarang dapur dibuat kecil, paling mentok buat menghangatkan makanan bukan buat masak heboh. Kalau mau makan sama teman-teman ya paling milih makan di luar bukan di rumah. Sekarang juga banyak yang enggak punya meja makan, jadi meja makannya barengan sama coffee table," tambahnya.

AYO BACA : Batik Indonesia Pikat Warga Afrika Selatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar