Belanja Lewat Marketplace Lebih Aman. Ini Alasannya

  Senin, 01 Juli 2019   Rahim Asyik
Belanja lewat marketplace dinilai lebih aman ketimbang lewat sosial media. (Pixabay)***

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo menyebutkan belanja daring lewat marketplace lebih aman ketimbang lewat sosial media. Alasannya, berbeda dengan marketplace, sosial media bukan untuk berdagang.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Berbelanja secara daring merupakan hal yang cukup lumrah saat ini. Terlebih, konsumen dapat berbelanja di berbagai platform, mulai dari situs e-commerce hingga sosial media seperti instagram. Namun, apakah berbelanja melalui sosial media aman?

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, berbelanja secara daring melalui marketplace lebih aman ketimbang lewat sosial media.

"Saya rasa sih marketplace. Karena dasarnya itu sosial media bukanlah untuk berdagang, namun kalau untuk promosi, iya," kata Samuel di SCBD, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

Alasan lain yang dipaparkan Samuel adalah masalah keamanan pada saat transaksi. Menurutnya, bertransaksi di marketplace lebih aman karena uang dari pembeli ke penjual berjalan melalui perantara lain, yakni platform jual-beli tersebut.

"Karena saya kalau bertransaksi juga harus ada yang bisa menjamin. Jadi kalau ada kejadian, saya bisa lapor ke platform itu. Kalau di medsos, terjadi apa-apa, siapa yang bisa kita hubungi?" tambah dia.

Kemajuan teknologi, lanjut Samuel, harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan teknologi tersebut sesuai kegunaannya.

"Sosial media ya untuk membagi cerita kita kepada orang-orang di dunia kita. Kalau untuk belanja, ya marketplace tempat yang paling pas," jelas Samuel.

AYO BACA : Penerapan Jaringan 5G Menunggu Saat yang Tepat

Kehadiran marketplace, selain dinilai mampu memperkecil hal-hal yang tidak diinginkan selama berbelanja daring, juga mampu membantu para penjual untuk meningkatkan kredibilitasnya dan platform marketplace yang ia gunakan.

"Dengan kredibilitas yang bagus, sudah pasti transaksi jual-beli online juga makin mudah dan aman," tandas Samuel.

Kemenkominfo Targetkan 8 Juta Rekan UMKM Lewat Program Go Online

Dalam kesempatan itu, pemerintah menargetkan sebanyak 8 juta rekan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bergabung dalam program "Go Online" yang melibatkan UMKM dengan sejumlah marketplace di Indonesia.

"Jadi melalui program ini, kami targetkan sebanyak 8 juta UMKM bisa membangun ekonomi digital bersama dengan platform-platform "marketplace" ini," ujar Samuel Abrijani Pangerapan.

"Go Online" merupakan program kerja sama antara pemerintah, UMKM, dan platform belanja daring di Indonesia, untuk meratakan akses pasar digital dan membangun ekonomi digital di Indonesia.

Metode pemasaran produk lokal melalui pasar daring, lanjut Samuel, masih harus terus disosialisasikan, mengingat Indonesia memiliki 53 juta pegiat UMKM.

AYO BACA : Bukalapak Startup Nomor 1 di Indonesia

Selain untuk memperkenalkan digitalisasi, Samuel menilai dengan adanya media pemasaran baru juga dapat berbanding sama dengan penjualan produk lokal dari UMKM yang bergabung.

"Tidak hanya mengenalkan mereka (UMKM) dengan channel marketing baru, tapi bagaimana produk-produk lokal ini bisa ditingkatkan salesnya dan mengikuti tren," kata Samuel.

Senada dengan Samuel, Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja menyambut baik usulan dan ajakan kerja sama tersebut. Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia mampu berkembang ke arah yang lebih baik.

"Perkembangan e-commerce di Indonesia memiliki banyak potensi. Saya percaya pertumbuhan ekonomi digital dapat maksimal dengan sumber daya yang terus beradaptasi dengan tren global saat ini," ujar Handhika pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, kehadiran sejumlah platform belanja daring di Indonesia berfungsi untuk memantau tren baru dan memberikan saran bagi pegiat UMKM agar dapat mengikuti tren tersebut.

Sementara itu, Kemenkominfo telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu platform pasar daring, Shopee untuk mendukung program "Go Online" tersebut.

Sebelumnya, beberapa platform pasar daring lainnya seperti Tokopedia, Bukalapak, BliBli.com, dan Blanja.com telah melakukan hal serupa bersama Kemenkominfo.

AYO BACA : Penyakit Kecanduan Gawai Bisa Sebabkan Anak Tantrum

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar