8 Kontainer Sampah dari Brisbane, Australia, Masuk Surabaya

  Rabu, 10 Juli 2019   Rahim Asyik
Petugas menunjukkan kertas bekas impor yang dikirim dari Australia di lapangan penumpukan kontainer di PT Terminal Petikemas Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/7/2019). Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya mengamankan 8 kontainer yang berisi 282 bal dengan berat total 210,34 ton kertas bekas yang terkontaminasi berbagai sampah rumah tangga dan terkontaminasi limbah B3. (Didik Suhartono/Antara Foto)***

8 kontainer sampah rumah tangga dari Brisbane, Australia, masuk Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merekomendasikan agar 8 kontainer itu dikembalikan ke Australia.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya mengungkap, 8 kontainer sampah impor yang ada di Surabaya berasal dari Australia, dan berpotensi mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya, Basuki Suryanto menyebut, 8 kontainer berisi sampah impor seberat 210 ton itu berasal dari Pelabuhan Brisbane, Australia, yang dikirim perusahaan pelayaran Oceanic Multitrading Pty Ltd Australia dan tiba di Terminal Petikemas Surabaya pada 12 Juni 2019.

"Ini sampah impor jenis waste paper," kata Basuki di Surabaya, Selasa (9/7/2019).

AYO BACA : Penyelundup 11,5 Kilogram Sabu-sabu Tewas Tertabrak Truk

Sampah jenis ini biasanya diimpor untuk digunakan sebagai bahan baku industri kertas.

Basuki mengungkapkan temuan limbah kertas terpapar limbah yang berpotensi mengandung B3 itu berkat ada fungsi pengawasan melalui nota hasil intelijen dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur 1.

AYO BACA : Inilah Tahapan Pilwalkot Surabaya 2020

"Temuan ini telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik oleh tim penindakan Bea Cukai Tanjung Perak. Kami menemukan sampah rumah tangga pada 8 kontainer tersebut, seperti kaleng bekas, botol plastik, kemasan oli bekas hingga popok bayi," katanya.

Basuki menandaskan, atas temuan ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merekomendasikan agar 8 kontainer tersebut dikembalikan ke negara asalnya.

"Menindaklanjuti rekomendasi dari KLHK, kami memberikan rentang waktu selama 90 hari dari sekarang kepada perusahaan yang mengimpor 8 kontainer limbah kertas ini untuk melakukan dikirim kembali ke Australia," katanya.

Sementara itu, temuan sampah impor terpapar limbah yang berpotensi mengandung B3 adalah yang kedua di Surabaya.

Sebelumnya pada awal Juni 2019 KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya juga menemukan sampah impor terpapar limbah B3 asal Amerika Serikat, yang telah dilakukan penindakan reekspor.

"Sanksi terhadap pengimpornya merupakan kewenangan dari KLHK," ucap Suryanto.

AYO BACA : Sejumlah Tokoh Siap Ramaikan Pilwalkot Surabaya 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar