Inilah Daftar Nama Jalan Baru di Surabaya. Ingat-ingat Ya!

  Kamis, 11 Juli 2019   Rahim Asyik
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Instagram @trirismaharini01)

Pemerintah Kota Surabaya akan memberi nama jalan lama dan mengubah nama beberapa jalan yang sudah ada dengan nama sejumlah pahlawan. Orang Surabaya harap mengingat-ingat alamatnya yang baru.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Pemerintah Kota Surabaya akan memberi nama baru dan mengubah nama jalan arteri yang tersebar di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya mengatakan, pihaknya sudah membuat Surat Edaran bernomor 020/10946/436.75/2019 tentang Pemberian dan Perubahan Nama Jalan di Kota Surabaya.

"Tapi pemberian dan perubahan nama jalan itu masih dalam tahap sosialisasi," kata Chalid, Kamis (11/7/2019).

Dengan demikian, 3 jalan akan memiliki nama baru dan 5 jalan akan berubah nama, seperti tertera dalam surat edaran:

1. Jalan Lingkar Luar Barat menjadi Jalan Dr Mohammad Hatta. Jalan ini dimulai dari pertigaan Jalan Menganti dan berakhir di Jalan Sememi.

2. Jalan Baru Timur Stadion Gelora Bung Tomo menjadi Jalan Bung Tomo. Dimulai dari Jalan Sememi dan berakhir di Tol Surabaya Gresik.

3. Jalan di Timur Darmo Park menjadi Jalan Dr KH Idham Chalid. Jalan ini dimulai dari pertigaan Jalan Mayjend Sungkono sampai dengan pertigaan Jalan Dukuh Kupang Timur.

4. Jalan Singapore (Jalan Benowo Sawah) menjadi Jalan Abdul Wahab Hasbullah. Jalan ini dimulai dari pertigaan Jalan Benowo sampai dengan pertigaan Jalan Kauman.

5. Jalan Menganti akan menjadi Jalan Komjen Pol M Jasin. Jalan ini dimulai dari pertigaan Jalan Mastrip sampai dengan pertigaan Jalan Babatan Unesa (PTC).

AYO BACA : Nenek Umur 103 Tahun Naik Haji

6. Jalan Sukomanunggal Jaya, Jalan Raya Satelit Selatan, Jalan Darmo Harapan I, Jalan Darmo Harapan III, dan Jalan Darmo Baru XII akan menjadi Jalan Pangeran Antasari, Jalan Hasanuddin, dan Jalan Cut Nyak Dhien. Jalan ini berbatas Jalan Segi Delapan Puncak Permai.

7. Jalan Bintang Diponggo atau Jalan Dukuh Kupang Selatan menjadi Jalan Slamet Riyani. Jalan ini dimulai dari pertigaan Jalan Dukuh Kupang sampai dengan pertigaan Jalan Dukuh Kupang Timur.

8. Jalan Bung Tomo menjadi Jalan Kencana. Jalan ini dimulai dari perempatan Jembatan BAT sampai dengan pertigaan Makam Ngagel (Jalan Ngagel Rejo).

Menurut dia, sebagaimana Perda 7 tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum, disebutkan bahwa untuk pemberian maupun perubahan nama jalan arteri harus mendapat persetujuan dari DPRD Surabaya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya optimistis pengajuan usulan raperda pemberian dan perubahan nama jalan tersebut bisa selesai dibahas sebelum masa tugas anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 berakhir pada akhir Agustus Mendatang.

"Setelah raperda itu disahkan di DPRD Surabaya, maka tahap selanjutnya akan dibuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya," kata Chalid.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah mengantisipasi dampak perubahan nama terhadap administrasi kependudukan warga setempat. Menurutnya, antisipasi yang telah dilakukan adalah mendata berapa warga dan akan memberikan pelayanan untuk mengurus perubahan adminstrasinya juga.

"Itu semua sudah diantisipasi. Kita bantu warga yang terdampak," ujarnya.

Taman Ngagel Bakal Dilengkapi Wisata Perahu

AYO BACA : 8 Kontainer Sampah dari Brisbane, Australia, Masuk Surabaya

Sementara itu, Taman Ngagel yang berada di atas lahan seluas dua hektare yang berada di sisi selatan Jembatan Hujung Galuh, Jalan Raya Ngagel, Kota Surabaya, Jawa Timur, nantinya akan dilengkapi wisata perahu.

"Posisinya ini nanti kami akan buatkan wisata air, nanti juga akan ada sandaran perahu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau lokasi taman yang berada di Jalan Ngagel itu, Rabu (10/7/2019).

Menurut Eri, taman itu berada di lahan sempadan sungai yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, lanjut dia, pihaknya telah mendapatkan izin karena dibuat taman. Bahkan Pemprov Jatim sangat mendukung langkah pemkot tersebut.

"Kenapa kita pilih (lokasi) ini, karena ini cocok sekali, sesuai dan jauh dari uap polusi," katanya.

Menariknya, kata dia, taman yang telah dilengkapi jogging track atau jalur jalan kaki tersebut rencananya juga bakal dilengkapi dengan fasilitas kursi dan mainan anak-anak. Sehingga saat malam hari, anak-anak juga bisa bermain di taman itu.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya telah menyiapkan lahan parkir yang nantinya diisi penjual makanan dan minuman ringan untuk para pengunjung. Namun untuk saat ini masih dikonsultasikan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Nanti kita juga akan nambah perahu. Teman-teman CSR yang memberikan perahu," ujarnya.

Rencananya, Eri mengatakan taman ini akan dibuat mirip dengan Taman Prestasi. Akan tetapi konsepnya lebih bagus karena jogging track di taman tersebut mencapai lebar 6 meter dan letaknya bersebelahan langsung dengan sungai.

"Sehingga nantinya jogging track ini bisa terkoneksi dengan yang ada di Keputran. Kalau dari dulu memang sudah ada jogging track, tapi belum ada lahan parkirnya, sekarang sudah kita buatkan besar sekali dan ini nanti juga akan kita sinergikan dengan wisata air," katanya.

Ia menambahkan selama ini Surabaya dikenal sebagai kota jasa. Kendati demikian, lanjut dia, kota jasa harus tetap memiliki ruang terbuka hijau yang dapat digunakan oleh masyarakat, seperti untuk wisata air, tempat kongkow atau jogging track.

"Karena kalau tidak ada yang begini orang akan semakin sedikit datang ke Surabaya. Karena itu setiap tahunnya harus ada perbaruan lokasi," katanya.

AYO BACA : Sejumlah Tokoh Siap Ramaikan Pilwalkot Surabaya 2020

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar