Sucipto dari Lumajang Berhasil Meraih Kalpataru 2019

  Kamis, 11 Juli 2019   Rahim Asyik
Sucipto dari Kabupaten Lumajang, meraih Kalpataru kategori Perintis Lingkungan. (dlh.lumajangkab.go.id)***

Sucipto menjadi orang kedua di Kabupaten Lumajang yang dianugerahi piala Kalpataru setelah Heri Gunawan yang meraihnya tahun 2000. Untuk tahun 2019 ini, Sucipto jadi satu-satunya wakil dari Jawa Timur yang mendapat penghargaan bergengsi ini.  

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM-- Sucipto warga Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang meraih penghargaan Kalpataru Tingkat Nasional Tahun 2019 pada Kategori Perintis Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Menurut situs ini, pemberitahuan penghargaan diterima Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang tanggal 1 Juli 2019.

Sucipto berhak atas Kalpataru lantaran berhasil menjadi pelopor Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup di Desa Sumbermujur. Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH) yang ia bangun bersama kelompoknya mampu mengaliri dua Dusun listrik dengan harga satuan KWH lebih murah dibanding harga di PLN.

Pak Cip, sapaan akrab Sucipto, juga punya workshop sendiri. Tempat itu digunakan untuk mengerjakan pesanan-pesanan komponen untuk PLTMH dari pihak luar juga sebagai tempat pembelajaran tentang PLTMH.

Bersama dengan komunitasnya, Sucipto menginisiasi reboisasi guna menyelamatkan sumber mata air di daerahnya. Sucipto meraih Kalpataru setelah lebih dari 27 tahun mengabdikan diri untuk merawat kelestarian dan keberlangsungan lingkungan hidup di Kabupaten Lumajang.

Sucipto adalah satu-satunya perwakilan dari Jawa Timur dari total 10 penerima penghargaan Kalpataru se-Indonesia pada tahun 2019 ini. Sucipto merupakan orang kedua di Lumajang yang berhasil meraih penghargaan ini setelah Heri Gunawan (peraih Kalpataru Kategori Penyelamatan Lingkungan tahun 2000).

Penghargaan terhadap Sucipto diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

“Bagi kita, hutan adalah sumber utama untuk memperbaiki lingkungan di samping hal-hal lain. Terima kasih kepada tokoh yang memperbaiki lingkungan, khususnya memperbaiki hutan dan menambah hutan,” kata Jusuf Kallan dalam sambutannya di pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di JCC Senayan, Jakarta, Kamis.

AYO BACA : Mahasiswa Untidar Ciptakan Algapatis untuk Membantu Petani

Jusuf Kalla mengatakan, hutan menjadi kunci utama untuk mengendalikan bencana banjir dan kekeringan yang sewaktu-waktu melanda daerah.

Semakin berkurangnya luas hutan di wilayah Indonesia menyebabkan bencana banjir dan kekeringan mudah melanda, seperti yang terjadi di Konawe dan Sulawesi Tenggara baru-baru ini.

“Apabila hutan berkurang, maka pada saat musim hujan air langsung turun ke bawah, dan pada musim kering tidak ada lagi sumber air untuk memberikan sumber air pada musim kering” jelasnya.

Penghargaan Kalpataru Tahun 2019 diberikan kepada 11 tokoh yang terbagi atas kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, dan Penyelamat Lingkungan.

Penerima Kalpataru kategori Perintis Lingkungan:

1. Lukas Awiman Barayap dari Kabupaten Manokwari

2. Sucipto dari Kabupaten Lumajang

AYO BACA : Keunggulan Padi Ratun: Sekali Tanam Bisa 5 Kali Panen

3. Eliza dari Kabupaten Sumbawa Barat

4. Nurbit dari Kabupaten Bulungan

Penerima Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan:

1. Meilinda Suriani Harefa dari Kota Medan

2. M. Hanif Wicaksono dari Kabupaten Balangan

3. Baso dari Kabupaten Jeneponto

Penerima Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan:

1. Kelompok Masyayarakat Dayak Iban Menua Singai Utik dari Kabupaten Kapuas Hulu

2. Kelompok Pengelola Hutan Adat Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas dari Kabupaten Merangin

3. Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari dari Kabupaten Badung

AYO BACA : Banoo, Pendongkrak Nafsu Makan Ikan Temuan 5 Mahasiswa UGM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar