DPRD Kota Surabaya Siap Bahas Raperda B3

  Jumat, 12 Juli 2019   Rahim Asyik
Petugas menunjukkan sampah impor dari Australia di lapangan penumpukan kontainer di PT Terminal Petikemas Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/7/2019). Sampah kertas bekas itu terkontaminasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). (Didik Suhartono/Antara Foto)***

Kebutuhan akan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sudah semakin mendesak. Kota Surabaya berencana membuat peraturan daerah pengelolaan limbah B3 ini dengan cakupan yang lebih luas.

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM-- Badan Pembuat Perda DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, menyiapkan Raperda Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sesuai rencana pemerintah kota setempat akan dimulai tahun ini.

Ketua Badan Pembuat Perda DPRD Kota Surabaya M Mahmud mengatakan pihaknya masih dalam proses membuat panitia khusus untuk membahas raperda itu.

AYO BACA : 8 Kontainer Sampah dari Brisbane, Australia, Masuk Surabaya

"Tahapannya dimulai dengan rapat paripurna pandangan fraksi, kemudian paripurna jawaban wali kota lalu dibentuklah pansus," kata Mahmud yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya ini, Jumat (12/7/2019).

Mahmud menambahkan, Pemkot Surabaya sudah mengirimkan materi raperda soal rumah sakit. Hanya saja, lanjut dia, itu baru satu komponen saja karena raperda ini cakupannya luas bukan hanya rumah sakit, tetapi juga tempat industri juga yang selama ini diam-diam membuang limbah B3 ke sungai.

AYO BACA : Sampah Plastik dan Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Warga

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya menyarankan agar Pemkot Surabaya membuat Raperda Pengolahan Limbah B3 yang cakupannya luas, tidak terbatas pada rumah sakit maupun industri yang menghasilkan limbah B3.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mendukung upaya Pemkot Surabaya mengelola limbah B3 tersebut. Menurut dia, dengan memiiliki pengolahan limbah B3 akan mengurangi risiko dampak negatif dari limbah B3, mengurangi biaya pengeluaran pengangkutan limbah B3 dan juga bisa menjadi pendapatan daerah.

"Saya bersama pemkot pernah melihat lokasinya di kawasan Romokalisari, tempatnya jauh dari permukiman,'' katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya memastikan akan membangun tempat pengolahan limbah B3 di Surabaya pada tahun ini.

"Kita memang perlu memiliki itu, karena ada 400-an lebih yang harus dilayani. Bukan hanya rumah sakit tapi klinik juga serta tempat praktik dokter," ujar Risma.

Risma menambahkan rencana ini sudah disampaikan ke Kementerian Lingkungan hidup dan mendapat dukungan. Sedangkan kelengkapan lain seperti izin amdal juga sudah disiapkan.

"Apalagi sekarang kan tempat pembuangan limbah B3 di Jawa Barat sedang bermasalah," kata Risma.

AYO BACA : 3 Mahasiswa UMK Temukan Tempat Sampah Berbasis IoT

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar