Kemenkominfo Kirim 18 Orang ke China dan India untuk Belajar Ekosistem Digital

  Senin, 15 Juli 2019   Rahim Asyik
Menteri Kominfo Rudiantara swafoto bersama Calon Penerima Beasiswa S2 ke India dan Republik Rakyat Tiongkok di Ruang Rapat Lantai 7, Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (15/7/2019). (www.kominfo.go.id)***

Kementerian Komunikasi dan Informatika memberangkatkan 18 orang untuk belajar ekosistem digital ke China dan India. Kedua negara dipilih lantaran kedua tempat itu termasuk ke dalam tiga besar negara ekosistem digital yang terkenal dengan sebutan 3B.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM— Kementerian Komunikasi dan Informatika memberangkatkan 18 penerima beasiswa untuk studi S-2 di China dan India demi mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Ke-18 orang itu berasal dari berbagai instansi termasuk pegawai negeri di lingkungan Kominfo dan aktivis sosial, perguruan tinggi, dan korporasi yang berada di luar Kominfo.

Para penerima beasiswa itu dikirim kedua negara itu, kata Menkominfo Rudiantara, untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk ekosistem digital Indonesia.

"Tugas dari Kominfo salah satunya bagaimana mengembangkan ekonomi digital. Sehingga untuk lima tahun, sepuluh tahun lagi, kapasitas dan kompetensi apa yang dibutuhkan oleh Indonesia? Fokusnya adalah ke ekonomi digital," ujar Rudiantara di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Kedua negara dipilih lantaran kedua negara itu merupakan tempat lahirnya eksekutif dari perusahaan teknologi digital. Termasuk tiga besar dalam ekosistem ekonomi digital yang terkenal dengan sebutan 3B.

"Ada tiga sebetulnya disebut 3B, Bay Area, San Fransisco, Silicon Valley, kemudian Beijing, dan Bangalore," katanya seperti bisa dibaca di sini.

Dijelaskan Rudiantara, pada tahun 2030 ekonomi Indonesia akan menduduki posisi 5 besar di dunia, sedangkan India dan RRT akan menduduki peringkat teratas.

"Kenapa orientasi saya itu ke Tiongkok dan India karena mereka yang akan menguasai nanti. India dan RRT merupakan negara yang dipilih menjadi tujuan belajar para penerima beasiswa. Kedua negara tersebut merupakan negara-negara yang perkembangan ekonomi digitalnya sangat pesat," tutur Rudiantara.

Diketahui, 9 penerima beasiswa akan menuntut ilmu di Universitas Tsinghua, Beijing, China. Sementara 9 lainnya belajar di Indian Institute of Technology Bengalore, India. Mereka akan mempelajari kemampuan pengolahan "big data" dan kebijakan publik yang akan berpengaruh pada ekonomi digital Indonesia.

AYO BACA : Sampah Plastik dan Kegagalan Pemerintah Melindungi Hak Warga

Seleksi peserta program beasiswa telah berlangsung bulan April lalu. Pendaftaran terbuka untuk PNS dan masyarakat umum yang memiliki minat untuk menempuh pendidikan terkait Public Policy dan Teknologi Informasi untuk mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Rudiantara menyebut para penerima beasiswa akan mendapat akomodasi selama menempuh pendidikan, juga akan difasilitasi untuk mendapat pengalaman berkunjung ke sejumlah perusahaan teknologi berbasis di China dan India.

"Yang penting setelah lulus dia punya jejaring, karena pada suatu saat nanti kita memasuki era global dan kita memiliki jaringan dari China, ada jaringan dari India yang ke depannya menguasai ekonomi digital," ujar Rudiantara.

Kementerian Komunikasi dan Informatika secara berkala membuka program beasiswa dan workshop, baik untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri maupun di dalam negeri. Sayang, program beasiswa itu sudah tutup.

Berikut program beasiswa dan workshop yang diadakan oleh Kominfo hingga pertengahan tahun ini.

1. Beasiswa S2 Luar Negeri

Kominfo memiliki program beasiswa S2 ke perguruan tinggi di luar negeri setiap tahun. Pada 2019 beasiswa difokuskan pada Tsinghua University di China dan International Institute of Information Technology di Bangalore, India.

AYO BACA : Tahun 2025 Indonesia Punya Mobil Listrik Sendiri

Beasiswa pascasarjana ini berlaku untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat umum.

Untuk tahun ini, pendaftaran program ini sudah ditutup, belum ada informasi kapan program ini akan kembali dibuka.

2. Digital Talent Scholarship 2019

Pendaftaran gelombang kedua program Digital Talent Scolarship 2019 dibuka pada Mei-Juni lalu, untuk pelatihan dalam bidang artificial intelligence, big data, komputasi awan, keamanan siber, internet of things (IoT), dan machine learning.

Informasi mengenai beasiswa ini dapat diakses di digitalent.kominfo.go.id dan akun Instagram @digitalent.kominfo.

3. Workshop IoT Makers Creation 2019 Medan, Tangerang, dan Makassar

Program kerja sama Kominfo dengan Asosiasi Internet of Things bernama IoT Makers Creation akan diadakan di Medan (23/7/2019), Tangerang (25/7/2019), dan Makassar (30/7/2019).

Batas waktu pendaftaran adalah H-7 dari acara, sementara pengumuman peserta pada H-5 sebelum acara. Kominfo akan memilih maksimal 30 tim untuk setiap kota.

AYO BACA : 3 Mahasiswa UMK Temukan Tempat Sampah Berbasis IoT

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar