Setelah Menabung Lebih dari 20 Tahun, Penjual Ikan Botok Naik Haji

  Selasa, 16 Juli 2019   Rahim Asyik
Penjual ikan botok, Norpita Ritawati, akhirnya berangkat haji setelah lebih dari 20 tahun menabung. (Andilala/Antaranews)***

Seorang penjual ikan botok di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya berangkat haji setelah lebih dari 20 tahun menabungkan uang selisih hasil jualan ikannya.

PONTIANAK, AYOSURABAYA.COM-- Norpita Ritawati (54) jemaah calon haji asal Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji berkat kerja kerasnya menabung dari hasil penjualannya ikan botok atau ikan yang dibumbui kemudian dikukus yang merupakan lauk khas masyarakat Melayu, Sambas tersebut.

"Alhamdulillah, akhirnya doa saya diijabah oleh Allah SWT, setelah 20 tahun lebih menabung dari hasil penjualan ikan botok," kata Norpita Ritawati dengan haru menjelaskan perjuangannya dalam menabung hingga akhirnya mendapat kursi untuk daftar haji di Kota Pontianak, Selasa (16/7/2019).

Ia menjelaskan, dari umur 20 tahun dirinya sudah menekuni menjual ikan botok dan lauk pauk lainnya, seperti ikan bakar, sayur jadi dan lainnya, dalam mencari tambahan untuk membantu suaminya.

"Niat saya terbuka untuk menunaikan ibadah haji ketika sering menonton televisi tentang ibadah haji, sejak itu saya berniat akan ke tanah suci dengan cara menabung dari hasil menjual ikan botok, dengan penghasilan sekitar Rp1,2 juta/bulannya," kata Norpita.

AYO BACA : Sucipto dari Lumajang Berhasil Meraih Kalpataru 2019

Dari hasil jual ikan botok itu, dia gunakan untuk menghidupi ketiga anaknya, yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki yang kini sudah menikah semuanya, sementara suaminya Supardih (57) sempat bekerja sebagai buruh kapal, tetapi kini sudah tidak lagi karena sudah tua, katanya.

"Saya menabung untuk naik haji sejak tahun 2002, setelah terkumpul sekitar tahun 2011 mendaftar di Kemenag Kota Pontianak, dan tahun 2019 ini tiba-tiba dari pihak Kemenag Kota Pontianak menelefon yang menyatakan nama saya masuk dalam daftar untuk menunaikan ibadah haji tahun ini," ujarnya sambil mengusap air matanya antara sedih dan haru tersebut.

Diakuinya, hampir setiap kali salat dia meminta dan berdoa agar bisa menunaikan ibadah haji dengan uang yang halal dari hasil keringat sendiri. "Alhamdulillah akhirnya doa saya dikabulkan Allah SWT, meskipun suaminya belum bisa menunaikan ibadah haji karena keterbatasan biaya," ujarnya.

AYO BACA : Yang Tersisa dari Kebakaran Besar di Kampung Batik Manggarai

Tips dari Norpita kepada umat Muslim yang berniat untuk menunaikan ibadah haji, yakni rajin-rajin berdoa kepada Allah, kemudian rajin menabung, lalu membuat rekening tabungan untuk naik haji di bank apa saja.

"Insyaallah kalau niat kita baik, maka niat tersebut akan dibukakan jalan oleh Allah SWT," ujarnya meyakinkan.

Menurut dia, kalau dihitung secara logika, memang dirinya tidak mungkin bisa mengumpulkan uang untuk daftar haji dengan penghasilan sekitar Rp300 ribuan/minggu. "Tetapi niat baik kita memang didengar oleh Allah SWT, sehingga yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang tentunya juga berkat dukungan keluarga," katanya.

Ia menceritakan, dirinya menjual ikan botok mulai dari harga Rp1.500/bungkus hingga sekarang Rp10 ribuan/bungkus, mulai dari menggunakan sepeda hingga menggunakan sepeda motor untuk mengantar pesanan ke pelanggan, dan termasuk pembeli yang pesan menggunakan media sosial saat ini.

"Saya belajar membuat ikan botok yang bahan dasarnya dari kelapa dan beras dioseng, rempah, daun kunyit dan daun mengkudu untuk membungkusnya. Saya belajar dari ibu dan ayah ketika masih tinggal di Singkawang," katanya.

Setelah, beberapa kali mencoba membuat ikan botok dari hasil belajar dengan ibunya, maka dirinya memberanikan diri untuk menjual ikan botok tersebut ke masyarakat. "Intinya niat harus kuat, karena Allah akan mendengar, apalagi rezeki yang dicari yang halal," kata ibu tiga anak tersebut.

Rabu (17/7/2019) Norpita akan berangkat dengan bersama Kloter 14, yang dijadwalkan akan terbang dari Bandara Supadio Internasional Pontianak ke embarkasi Batam, kemudian menuju Madinah.

AYO BACA : Siswi SMP Muhammadiyah Raih Emas di Ajang SIMOC 2019 di Singapura

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar