Destinasi Wisata: Berburu Mainan Lokal di Pasar Gembrong

  Kamis, 18 Juli 2019   Rahim Asyik
Warga memilih mainan yang dijual di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Minggu (9/5/2019). Tempat yang menawarkan berbagai macam mainan anak dengan harga terjangkau tersebut ramai dikunjungi warga. (Sigid Kurniawan/Antara Foto)***

Pasar Gembrong di Jatinegara, Jakarta Timur, terkenal dengan mainan impornya. Tapi, jangan salah, di pasar ini juga dijuga mainan lokal yang kualitasnya tak kalah dengan mainan impor dengah harga yang jauh lebih murah.

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM-- Pasar Gembrong menjadi salah satu destinasi belanja mainan anak di DKI Jakarta. Kendati terkenal dengan mainan impornya, Pasar Gembrong sebetulnya menyediakan mainan lokal yang berkualitas.

"Ada ice cream set yang dibuat di Surabaya, kualitasnya bagus dan banyak peminatnya," kata Ogle, pedagang mainan di Pasar Gembrong, Kamis (18/7/2019).

Ketika musim liburan dan Lebaran, banyak anak-anak datang bersama orangtua mereka untuk membeli mainan di pasar yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara, Jakarta Timur ini.

"Mainan lokal sering dipilih pembeli karena harganya murah dengan selisih bisa tiga kali lipat di bawah harga mainan impor," ujarnya.

Ogle menjelaskan perbedaan harga itu akibat desain kemasan. Mainan lokal hanya dikemas plastik bening, sedangkan mainan impor dikemas kardus rapi.

AYO BACA : Tari Thengul, Warisan Intelektual Bojonegoro untuk Dunia

Beberapa mainan lokal yang cukup populer di Pasar Gembrong adalah kitchen set, perahu getek, kartu bergambar hingga kereta dorong yang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp200.000 per mainan.

"Perahu getek bahan bakarnya minyak sayur, ini mainan asli Indonesia yang sudah masuk buku sejarah di sekolah," jelasnya.

Sementara itu, Rusdi, salah seorang pembeli mainan mengaku rutin membeli mainan di Pasar Gembrong. Dia membeli mainan untuk dijual keliling ke kawasan perumahan.

AYO BACA : Situs Candi Adan-Adan Bisa Jadi Wisata Museum Kebencanaan

"Mainan yang ukurannya kecil lebih disukai anak-anak, seperti kartu bergambar. Anak-anak biasanya berkumpul setiap kali saya datang ke tempat mereka, kadang di lapangan maupun pengajian," ucap Rusdi.

Lebih lanjut dia berharap ke depan industri mainan lokal dapat berkembang dengan beragam varian mainan baru dan desain kemasan yang lebih menarik.

AYO BACA: Festival Balon Udara di Trenggalek

AYO BACA: Kawasan Samota Jadi Cagar Biosfer

AYO BACA: Lebaran Sapi, Tradisi Khas Warga Desa Sruni di Boyolali

AYO BACA : Objek Wisata di Malang Harus Punya Merek Sendiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar